Rupiah ditutup di Rp 16.949 Senin (9/3), pasar tertekan sentimen global

Ussindonesia.co.id – JAKARTA. Pergerakan rupiah hari ini lagi-lagi tak bisa menghindari tekanan, bahkan semakin mendekati level Rp 17.000 per dolar AS.

Rupiah spot ditutup pada level Rp 16.949 per dolar Amerika Serikat (AS) pada akhir perdagangan Senin (9/3/2026), melemah 0,14% dari akhir pekan lalu yang ada di Rp 16.949 per dolar AS.

Sejalan dengan itu, rupiah Jisdor Bank Indonesia (BI) juga melemah 0,32% menjadi Rp 16.974 per dolar AS. Akhir pekan lalu, rupiah Jisdor masih di level Rp 16.919 per dolar AS.

Chief Analyst Doo Financial Futures Lukman Leong mengatakan bahwa pelemahan rupiah hari ini lebih dipengaruhi oleh sentimen global yang mendorong pelaku pasar menghindari aset berisiko (risk-off).

Harga Minyak Melonjak ke Level US$ 100, Era Harga Energi Mahal Berpotensi Dimulai

Selain itu, tekanan terhadap rupiah juga datang dari sentimen melonjaknya harga minyak mentah dunia WTI yang menembus level US$ 100 per barel. 

“Kondisi ini dikhawatirkan akan berdampak besar pada perekonomian bukan hanya Indonesia namun global,” jelas Lukman kepada Kontan, Senin (9/3/2026).

Selain itu, hasil survei yang menunjukkan penurunan kepercayaan konsumen juga turut menambah tekanan terhadap rupiah.

Menurut Lukman, pergerakan rupiah dalam waktu dekat masih akan lebih dipengaruhi oleh perkembangan sentimen global, terutama terkait kondisi geopolitik dan pergerakan harga komoditas energi.

Ia menilai untuk perdagangan Selasa (10/3), tidak banyak data ekonomi penting yang akan dirilis dari luar negeri. Dari domestik, pasar akan mencermati data penjualan ritel, meskipun dampaknya diperkirakan terbatas terhadap pergerakan mata uang.

Untuk perdagangan Selasa (10/3), Lukman memproyeksikan rupiah bergerak dalam kisaran Rp 16.900 hingga Rp 17.050 per dolar AS.