
Ussindonesia.co.id JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali ditutup di zona merah pada perdagangan Kamis (21/5/2026), sekaligus memperpanjang tren pelemahan menjadi delapan hari berturut-turut.
Tekanan datang dari kombinasi sentimen domestik dan global yang masih membebani pasar.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia melalui RTI, IHSG terkoreksi tajam 3,53% atau turun 223,55 poin ke level 6.094,94 pada penutupan perdagangan.
IHSG Anjlok 6 Hari Beruntun, Cermati Saham Net Sell Terbesar Asing Kemarin
Aktivitas perdagangan terbilang tinggi dengan volume mencapai 35,77 miliar saham dan nilai transaksi sebesar Rp 18,49 triliun.
Di pasar saham, tekanan jual mendominasi. Sebanyak 663 saham melemah dan menjadi penekan utama indeks, sementara hanya 88 saham menguat dan 69 saham stagnan.
Dari sisi investor asing, tercatat aksi jual bersih (net sell) sebesar Rp 544,89 miliar di seluruh pasar, yang turut menambah tekanan terhadap pergerakan IHSG.
IHSG Ambruk ke 6.599, Cek Saham Net Sell Terbesar Asing di Awal Pekan Ini
Berikut 10 saham net buy terbesar asing pada Kamis:
1. PT Bumi Resources Tbk (BUMI) Rp 203,87 miliar
2. PT Barito Pacific Tbk (BRPT) Rp 173,34 miliar
3. PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) Rp 87,71 miliar
4. PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) Rp 62,81 miliar
5. PT Darma Henwa Tbk (DEWA) Rp 60,35 miliar
6. PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) Rp 54,93 miliar
7. PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) Rp 39,41 miliar
8. PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA) Rp 34,42 miliar
9. PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) Rp 33,94 miliar
10. PT Petrosea Tbk (PTRO) Rp 29,34 miliar