Barito Renewables Energy (BREN) resmi masuk jajaran indeks LQ45, gantikan ACES

Ussindonesia.co.id  JAKARTA. PT Bursa Efek Indonesia memasukan saham PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) ke dalam indeks LQ45 dalam evaluasi mayor untuk periode Februari–April 2026. 

BREN masuk ke dalam indeks paling likuid menggantikan posisi PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk (ACES). Adapun perubahan ini akan mulai efektif pada 2 Februari 2026 sampai dengan 30 April 2026. 

Berdasarkan pengumuman Bursa Efek Indonesia, bobo saham BREN pada indeks ini mencapai 6,83%. BREN tercatat memiliki rasio free float 12,30% dengan jumlah saham untuk indeks pasca-evaluasi sebesar 16,45 miliar saham. 

Thomas Djiwandono Jadi Deputi Gubernur BI, Berpotensi Bawa Sentimen Positif bagi IHSG

BEI juga mengevaluasi indeks utama lainnya, yaitu IDX30 dan IDX80. Di mana, saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) dan PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK) masuk ke indeks IDX30. 

Adapun untuk bisa masuk ke indeks IDX30, saham BUMI dan EMTK berhasil menggusur posisi saham PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) dan PT Semen Indonesia Tbk (SMGR).  

Saham BREN, PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN), PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) masuk ke IDX80 menggantikan PT Avia Avian Tbk (AVIA), PT Perusahaan Perkebunan London Sumatra Indonesia Tbk (LSIP) dan PT Bank Pan Indonesia Tbk (PNBN). 

  BREN Chart by TradingView