Batam jadi awal, Danantara genjot jargas Perusahaan Gas Negara (PGAS)

Ussindonesia.co.id JAKARTA. PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) atau PNG makin difokuskan ke bisnis midstream dan downstream. Perluasan jaringan gas rumah tangga pun jadi tumpuan untuk menekan ketergantungan LPG impor.

COO Danantara, Dony Oskaria, mengatakan BUMN akan diarahkan untuk mendukung realisasi tiga fokus utama pemerintah dalam program-program strategis, yakni ketahanan pangan, ketahanan energi, dan ketahanan sumber daya manusia.

“Di sektor energi seperti PGN akan bergerak di bisnis midstream dan downstream, bukan upstream lagi,” kata pria yang juga menjabat sebagai Kepala BP BUMN, Rabu (28/1/2026). 

Prospek Kinerja PGN (PGAS) Dinilai Positif, Begini Rekomendasi Sahamnya

Dony bilang dalam mengurangi impor dan subsidi LPG, PGN akan didorong untuk terus mengembangkan program jaringan gas rumah tangga. Sebagai langkah awal, pembangunan gas kota akan dilakukan di Batam. 

“Uji coba pembangunan jaringan gas rumah tangga dilakukan di Batam. Setelah itu akan berlanjut ke empat kota lainnya,” jelas dia.

  PGAS Chart by TradingView  

Pembangunan dan perluasan jaringan gas rumah tangga selama ini terus dilakukan oleh PGN di berbagai kota/kabupaten. Sampai 2025 lebih dari 821.000 rumah tangga di 18 provinsi dan 74 kota/ kabupaten sudah terlayani. 

PGN juga membangun dan mengelola jaringan pipa transmisi serta pipa distribusi gas bumi sepanjang lebih dari 33.500 km, di mana ±19.700 km merupakan pipa jargas.

PGAS Andalkan Proyek Strategis untuk 2026, Simak Rekomendasinya

Dony menambahkan, selain perluasan gas rumah tangga, Danantara juga akan mulai mengembangkan Dimetil Eter (DME) untuk menggantikan ketergantungan rumah tangga Indonesia terhadap LPG yang sebagian besar harus diimpor

“Kami sudah menyiapkan program DME untuk menggantikan LPG yang sebagian besar impor. Groundbreaking proyek DME segera dilakukan pada akhir Januari atau awal Februari 2026 ini,” tuturnya.

Kementerian ESDM memperkirakan total konsumsi LPG pada 2026 kurang lebih sekitar 10 juta metrik ton (MT). Sementara, kapasitas produksi nasional di angka 1,3–1,4 juta MT per tahun.

IHSG Menguat pada Kamis (13/11) Pagi, PGAS, BRPT, DSSA Top Gainers LQ45

Untuk memastikan ketahanan energi, dalam APBN 2026 pemerintah mengalokasikan dana sebesar Rp 402,4 triliun.

Anggaran tersebut akan difokuskan pada subsidi dan kompensasi energi senilai Rp 381,3 triliun, serta pengembangan energi baru terbarukan (EBT) Rp 37,5 triliun.