
Ussindonesia.co.id JAKARTA. PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) merealisasikan kinerja operasional sepanjang 2025 serta menetapkan panduan kinerja untuk tahun 2026. Di sisi lain, laporan keuangan audit untuk tahun 2025 akan diumumkan MEDC sesuai dengan waktu pelaporan pada akhir Maret 2026.
Pada 2025, MEDC membukukan produksi minyak dan gas (migas) sebanyak 156.000 barel setara minyak per hari (mboepd). Realisasi ini berada dalam kisaran panduan yang didukung proyek-proyek baru di Blok B Natuna serta peningkatan kepemilikan operasi di PSC Corridor menjadi 70%. Pada kuartal IV-2025, produksi migas MEDC mencapai puncaknya sebesar 178 mboepd dan rata-rata 176 mboepd selama kuartal tersebut.
Sementara itu, MEDC melalui Medco Power mencatatkan penjualan listrik sebanyak 4.371 gigawatt hour (GWh) pada 2025. Emiten ini juga mencatat pertumbuhan penjualan energi terbarukan sebesar 25% yang berasal dari IPP baru di Ijen dan Bali Timur.
Komitmen Terapkan ESG, Cek Rekomendasi Saham Jasa Marga (JSMR)
MEDC turut mencatatkan cadangan terbukti dan terduga (2P) sebesar 564 juta barel setara minyak (mmboe) atau lebih tinggi dari 2024 sebesar 493 mmboe, dengan indeks umur cadangan 2P yakni 11,4 tahun atau lebih tinggi dari tahun sebelumnya yaitu 10,4 tahun. Adapun sumber daya kontijensi (2C) MEDC tercatat sekitar 1 miliar barel setara minyak (boe) pada 2025, lebih besar dari capaian 2024 yaitu 896 mmboe.
Tak hanya itu, MEDC turut membukukan imbal hasil pemegang saham MEDC mencapai 27% pada 2025 dengan pengembalian dana sebesar US$ 110 juta kepada pemegang saham lewat dividen sebesar US$ 80 juta dan pembelian kembali (buyback) saham US$ 30 juta.
Untuk 2026, MEDC menargetkan produksi migas antara 165-170 mboepd yang merupakan tingkat produksi tertinggi sepanjang sejarah perusahaan tersebut.
Di sektor ketenagalistrikan, MEDC menargetkan penjualan listrik sebesar 4.550 GWh dengan kontribusi energi terbarukan sebesar 24% pada 2026.
Produksi Emas Pani Makin Dekat, Begini Rekomendasi Saham Merdeka Gold (EMAS)
“Memasuki 2026, kami tetap fokus untuk terus menciptakan nilai yang berkelanjutan bagi para pemangku kepentingan melalui pertumbuhan, keunggulan operasional, serta disiplin dalam pengelolaan modal,” ungkap CEO Medco Energi Internasional Roberto Lorato dalam keterangan resmi, Rabu (28/1/2026).
Pada penutupan perdagangan Rabu, harga saham MEDC terkoreksi 0,98% ke level Rp 1.515 per saham. Namun, sejak awal tahun, harga saham emiten ini tumbuh 4,48% year to date (ytd).