BEI suspensi saham BIPI, IFSH & GRPM hari ini (12/1) akibat harga terus melonjak

Ussindonesia.co.id , JAKARTA — Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan penghentian perdagangan sementara atau suspensi terhadap saham PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk. (BIPI), PT Ifishdeco Tbk. (IFSH), PT Asuransi Harta Aman Pratama Tbk. (AHAP) dan PT Graha Prima Mentari Tbk. (GRPM), mulai perdagangan hari ini, Senin (12/1/2026).

Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI Yulianto Aji Sadono dan Kepala Divisi Pengaturan & Operasional Perdagangan BEI Pande Made Kusuma Ari A. mengatakan suspensi terhadap BIPI, IFSH, AHAP dan GRPM dilakukan seiring dengan terjadinya peningkatan harga kumulatif yang signifikan.

“Sebagai bentuk perlindungan bagi Investor, BEI memandang perlu untuk melakukan penghentian sementara perdagangan saham BIPI, IFSH, AHAP dan GRPM pada perdagangan tanggal 12 Januari 2026,” papar pengumuman Bursa.

: BEI Suspensi Saham Pelayaran HUMI, LEAD, hingga SOCI Usai Harga Melonjak

Penghentian sementara perdagangan saham BIPI, IFSH, AHAP dan GRPM dilakukan di Pasar Reguler dan Pasar Tunai. Tujuannya ialah memberikan waktu yang memadai bagi pelaku pasar untuk mempertimbangkan secara matang berdasarkan informasi yang ada dalam setiap pengambilan keputusan investasinya di kedua saham tersebut.

“Para pihak yang berkepentingan diharapkan untuk selalu memperhatikan keterbukaan informasi yang disampaikan oleh perseroan,” imbuh BEI.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia, harga saham BIPI terpantau menguat 12,22% atau 22 poin ke level Rp202 per lembar pada penutupan perdagangan Jumat (9/1/2026). Banderol tersebut mencerminkan penguatan 126,97% dalam sebulan terakhir dan lonjakan 149,38% sepanjang 6 bulan terakhir.

Adapun, saham IFSH terpantau menguat 15,86% atau 230 poin ke level Rp1.680 per lembar pada Jumat (9/1). Dalam sebulan terakhir, saham IFSH telah naik 110% dan sepanjang tahun berjalan 2026, saham tersebut telah melesat 111,32%.

Sementara itu, saham GRPM terpantau menguat 9,84% ke level Rp134 per lembar pada penutupan perdagangan (9/1). Emiten distributor minuman Coca-Cola itu tercatat telah melonjak 123,33% dalam sebulan terakhir dan telah naik 45,65% sepanjang tahun berjalan 2026.

: : BEI Suspensi 5 Saham Sekaligus Hari Ini (18/12), Ada NATO, ALII, hingga ESTA

_______

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.