
Ussindonesia.co.id , JAKARTA – Indeks Bisnis-27 dibuka menguat pada perdagangan hari ini, Kamis (5/3/2026). Sejumlah saham seperti AMRT, TLKM, hingga INCO tercatat melaju pada perdagangan pagi hari.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), indeks hasil kerja sama BEI dengan Harian Bisnis Indonesia dibuka menguat 2,03% ke posisi 518,53. Dari 27 konstituen, 26 saham menguat dan hanya 1 stagnan.
Penguatan harga saham dipimpin oleh PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk. (AMRT) yang naik 4,52% ke Rp1.620, diikuti saham PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) naik 3,75% ke Rp3.320, dan saham PT Vale Indonesia Tbk. (INCO) yang naik 3,47% ke Rp6.700.
Selain itu, penguatan juga dialami oleh saham PT Mitra Adiperkasa Tbk. (MAPI) yang naik 3,46% ke Rp1.195, saham PT Bumi Resources Tbk. (BUMI) menguat 3,42% ke Rp242, saham PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk. (JPFA) menguat 3,07% ke Rp2.350, dan saham PT Trimegah Bangun Persada Tbk. (NCKL) menguat 3,02% ke Rp1.365.
Saham PT Astra International Tbk. (ASII) juga menguat 2,85% ke Rp6.325, PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk. (MIKA) menguat 2,80% ke Rp2.200, PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) mengaut 2,47% ke Rp4.150, dan saham PT Kalbe Farma Tbk. (KLBF) menguat 2,46% ke Rp1.040.
Sejumlah saham perbankan juga tercatat bergerak menguat hari ini, dengan PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) naik 1,82% ke Rp7.000, saham PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) menguat 1,69% ke Rp4.220, dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) menguat 0,90% ke Rp5.025.
Satu saham yang bergerak stagnan adalah PT Medikaloka Hermina Tbk. (HEAL).
Sebelumnya, Analis BRI Danareksa Sekuritas Reza Diofanda, menilai IHSG secara teknikal berpeluang rebound dengan support 7.516 dan resistance 7.693. Kendati pasar disebut tetap akan mencermati perkembangan konflik di Iran, rebound ini dinilai seiring dengan kembali menguatnya pasar saham global.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG pada perdagangan kemarin ditutup ambles 4,57% ke level 7.577. Kombinasi tekanan geopolitik di Iran, hingga penurunan outlook Indonesia oleh Fitch Ratings telah mendorong IHSG bergerak lesu pada perdagangan kemarin.
”Di sisi lain, kebijakan keterbukaan data pemegang saham di atas 1% oleh Kustodian Sentral Efek Indonesia sebagai penyesuaian standar MSCI dinilai positif untuk transparansi, namun berpotensi memicu kehati-hatian jangka pendek,” katanya, Kamis (5/3/2026).
Sementara itu, VP Equity Retail Kiwoom Sekuritas Oktavianus Audi menerangkan bahwa secara teknikal, IHSG pada hari ini diprediksi bakal bergerak dengan fluktuasi yang tinggi dan berpotensi mengalami rebound di level 7.577. Dengan kata lain, IHSG berpeluang bergerak dalam rentang level support 7.307 dan resistance pada 7.735.
Sementara itu, pasar secara jangka pendek masih akan dipengaruhi oleh tensi geoopolitik yang belum mereda, yang diikuti kekhawatiran terhadap penutupan Selat Hormuz.
Belum lagi, pemangkasan outlook oleh Fitch menjadi negatif berpotensi mendorong kekhawatiran pasar yang lebih tinggi.
”Kedua, kenaikan harga komoditas energi seperti crude oil, brent, dan batu bara berdampak pada emiten energi di Bursa Efek Indonesia,” katanya.
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.