
Ussindonesia.co.id , JAKARTA — Bank Indonesia (BI) menyatakan bahwa transisi dari Jakarta Interbank Offered Rate (JIBOR) menuju Indonesia Overnight Index Average (INDONIA) bukan sekadar inisiatif domestik, melainkan bagian tak terpisahkan dari reformasi acuan suku bunga global (global benchmark reform).
Kepala Grup Departemen Pengembangan Pasar Keuangan BI Arief Rachman menjelaskan bahwa langkah ini merupakan konsekuensi dari keanggotaan Indonesia dalam G20, menyusul skandal manipulasi suku bunga London Interbank Offered Rate (LIBOR) yang terungkap pada 2012.
“Jadi, ketika kita menghentikan JIBOR dan memperkenalkan INDONIA, ini merupakan bagian dari global benchmark reform. Bukan pandai-pandainya Bank Indonesia (BI), tetapi ini reformasi pasar keuangan global,” ujarnya dalam Taklimat Media BI, Selasa (7/1/2026).
: Jelajah Ekonomi, Bank Indonesia Dorong Potensi Investasi Senilai Rp8,55 Triliun di Sulsel
Arief memaparkan bahwa sejarah kelam LIBOR menjadi titik balik. Sejak era 1950-an hingga 2000-an, pasar keuangan global bergantung pada suku bunga berbasis penawaran (offered rate), bukan transaksi nyata.
Menurutnya, suku bunga berdasarkan penawaran itu membuka celah fraud atau manipulasi. Dalam skandal LIBOR 2012, terungkap bahwa bank-bank kontributor kerap melakukan rigging atau menaik-turunkan penawaran bunga demi keuntungan posisi neraca mereka (long atau short).
: : BI Resmi Setop Jibor mulai 1 Januari 2026, Dorong Penggunaan Indonia
Karena sifatnya pembentuk suku bunganya berdasarkan penawaran, bank bisa mengubah angka. Jika bank sedang long maka mereka naikkan rate-nya agar untung; sebaliknya, jika short maka rate-nya direndahkan.
Oleh karena itu, Financial Stability Board (FSB) yang dibentuk G20 pada 2013 merekomendasikan penggunaan acuan baru yang berbasis transaksi riil. Indonesia sebagai anggota G20 ikut mengikuti rekomendasi tersebut.
: : BI Hapus Jibor, Indonia jadi Patokan Utama Pasar Uang
Sebagai perbandingan, Amerika Serikat sudah mengganti LIBOR dengan Secure Overnight Financing Rate (SOFR), Jepang dengan TONA, Singapura dengan SORA, dan Thailand dengan THOR.
Transparansi INDONIA
Lebih lanjut, Arief menekankan perbedaan fundamental antara JIBOR dan INDONIA terletak pada basis pembentukannya. JIBOR terbentuk dari rata-rata sederhana (simple average) kuotasi penawaran 17 bank kontributor.
Sementara itu, INDONIA yang mulai diperkenalkan sejak Agustus 2018 berbasis pada transaksi nyata (deal done) dengan perhitungan rata-rata tertimbang (volume-weighted average).
“INDONIA itu deal done, transaksi yang sudah terjadi, sehingga tidak bisa dimain-mainkan. Ini lebih mencerminkan kondisi pasar yang sebenarnya, transparan, dan memenuhi syarat sebagai acuan kredibel,” tegas Arief.
Adapun dalam peta jalan transisi BI, penggunaan JIBOR tenor overnight telah dihentikan total sejak 2 Januari 2019. BI akhirnya benar-benar pensiunkan JIBOR pada 31 Desember 2025.
Kini, dari 2026—2027, fungsi JIBOR untuk tenor-tenor yang lebih panjang (1 minggu hingga 12 bulan) akan digantikan oleh Compounded INDONIA, yang dihitung berdasarkan rata-rata majemuk dari INDONIA Index. Nantinya mulai 2028, suku bunga acuan akan beralih penuh ke sistem Overnight Index Swap (OIS) berbasis transaksi nyata dan bersifat forward-looking.