Bidik kota lapis dua-tiga, prospek ACES diproyeksi membaik pada 2026

Ussindonesia.co.id – JAKARTA. Memasuki tahun 2026 PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk (ACES) dipandang masih menyimpan prospek pertumbuhan yang menarik di tengah ketatnya persaingan ritel.

Strategi ekspansi yang lebih selektif, ditopang oleh penguatan dan penetrasi ke kota-kota lapis kedua dan ketiga, serta disiplin efisiensi operasional, dinilai membuka ruang pertumbuhan baru dengan tingkat kompetisi yang relatif lebih rendah.

ACES mencatatkan kinerja yang cenderung stagnan sepanjang sembilan bulan pertama tahun 2025.  Namun, hingga saat ini terpantau ACES terus menunjukkan daya ekspansi yang kuat.

Christofer Kojongian Analis Sucor Sekuritas menilai, ekspansi gerai sembari efisiensi operasional yang kuat turut menjaga keseimbangan kinerja ACES.

Dicatatnya, ACES terus meningkatkan laju ekspansi gerai jadi 25 unit per tahun, dibandingkan rata-rata 15 gerai per tahun dalam lima tahun terakhir. Jumlah karyawan turun jadi 14.226 orang dari 14.597 pada 2024. Sementara penjualan per karyawan meningkat jadi Rp 594 juta, dibandingkan Rp 588 juta pada 2024.

Target Penambahan Investor dan Nilai Transaksi BEI Tahun 2026 Dinilai Realistis

“Hal ini menegaskan kemampuan ACES untuk melakukan skala bisnis secara efisien sambil tetap menjaga disiplin biaya tenaga kerja,” ujar Christopher dalam riset 4 Desember 2025.

Sejalan, Analis Fundamental BRI Danareksa Abida Massi Armand menyebut, di tengah persaingan ritel yang ketat, ACES dipandang masih prospektif di 2026.

Hal ini tergambarkan dari ekspansi yang lebih selektif melalui format Azko dan penetrasi ke kota lapis dua dan tiga membuka ruang pertumbuhan baru dengan tingkat kompetisi yang relatif lebih rendah. Diketahui, ACES telah merealisasikan pembukaan 27 toko baru AZKO sepanjang tahun 2025. 

Ada pun manajemen perusahaan menyampaikan bahwa melalui jenama AZKO, perusahaan juga berhasil menjangkau 15 wilayah baru di lapis kedua dan ketiga di Indonesia yang dinilai memiliki potensi pertumbuhan.

“Rejuvenasi konsep toko di mal kelas A/A+ serta penguatan diferensiasi produk dan pengalaman belanja membuat ACES tetap relevan dibanding pemain ritel umum,” ungkap Abida kepada Kontan, Rabu (7/1/2026).

Lebih lanjut, ACES juga meluncurkan konsep ritel baru untuk menjangkau basis pelanggan yang lebih luas, khususnya untuk segmen menengah ke bawah, melalui gerai dengan jenama NEKA.

Gerai NEKA ini fokusnya adalah memperluas portofolio produk rumah tangga dan gaya hidup yang sesuai dengan kebutuhan konsumen dengan rata-rata nilai transaksi sekitar Rp 70.000 – Rp 80.000 per transaksi, lebih rendah dibandingkan rata-rata transaksi AZKO yang berada di kisaran Rp 600.000.

Saat ini, Perseroan telah membuka total empat gerai NEKA, yang terdiri dari dua gerai pada September 2025 di Serang dan Bogor, serta dua gerai pada Oktober di Rantau Prapat dan Bukittinggi.

Ke depan, ACES juga terus menargetkan pembukaan gerai NEKA baru, dengan fokus di wilayah pinggiran Jakarta dan luar Jawa, dengan kecepatan pembukaan gerai yang jauh lebih cepat dibandingkan gerai AZKO.

“Format baru ini diharapkan memperkuat proposisi nilai ACES dan meningkatkan efisiensi operasional antarwilayah, tapi kami tetap bersikap konservatif karena kontribusi gerai NEKA diperkirakan belum akan terlihat signifikan dalam jangka pendek,” ujar Jessica Leonardy Equity Analyst OCBC Sekuritas dalam riset 20 November 2025.

Memasuki 2026, Abida bilang sejumlah katalis berpotensi menopang kinerja ACES. Pemulihan same-store sales growth (SSSG) diperkirakan terjadi seiring stabilisasi daya beli masyarakat. Dari sisi eksternal, stimulus fiskal pemerintah yang lebih stabil berpeluang menopang konsumsi domestik.

Meski demikian, Abida mencermati jika investor tetap perlu mewaspadai sejumlah risiko, antara lain potensi lemahnya konsumsi diskresioner, tekanan harga akibat persaingan ritel yang ketat, serta volatilitas biaya impor dan logistik.

Dari sisi kinerja keuangan, Abida memproyeksikan kinerja ACES pada 2026 diproyeksikan kembali pulih. Laba bersih diperkirakan tumbuh sekitar 15,5% secara tahunan (YoY), didorong oleh low base effect.

Ada pun pertumbuhan pendapatan dibidik kembali ke kisaran 6% YoY sejalan dengan perbaikan margin melalui pengendalian biaya, serta berkurangnya beban promosi besar yang bersifat sementara di 2025.

Dengan berbagai faktor di atas, Abida memberikan rekomendasi buy saham ACES dengan target Rp 550 per saham. Sedangkan Jessica merekomendasikan hold saham ACES dengan target Rp 465 per saham. Pun Christofer merekomendasikan buy saham ACES dengan target Rp 620 per saham.

IHSG Naik 0,13% ke 8.944, Top Gainers LQ45: INCO, ANTM dan ADRO, Rabu (7/1)