
Ussindonesia.co.id – JAKARTA. Di tengah keputusan Bank Indonesia (BI) yang menahan suku bunga acuan di level 4,75%, perusahaan gadai swasta PT Budi Gadai Indonesia menyatakan biaya dana (cost of fund) masih relatif stabil.
Direktur PT Budi Gadai Indonesia Budiarto Sembiring mengatakan, stabilitas suku bunga turut menjaga daya saing perusahaan di tengah dinamika pasar.
“Saat ini biaya dana di PT Budi Gadai Indonesia relatif stabil meski BI menahan suku bunga,” ujarnya kepada Kontan.co.id, Senin (4/5/2026).
BCA Sediakan Program KPR Subsidi Bunga Tetap 5%
Menurutnya, stabilitas tersebut juga ditopang oleh ekspansi jaringan cabang yang membantu memperkuat arus kas perusahaan, sehingga biaya dana tetap terkendali.
Di sisi lain, Budi menjelaskan bahwa kenaikan biaya dana berpotensi mendorong peningkatan bunga gadai, terutama jika sumber pendanaan berasal dari pinjaman eksternal.
Namun, karena biaya dana eksternal masih stabil, perusahaan tetap dapat mempertahankan tingkat bunga gadai.
Untuk tahun ini, perseroan memastikan tidak ada perubahan tarif bunga gadai untuk produk elektronik, kendaraan, dan barang lainnya (EKL).
Tarif masih sama seperti tahun sebelumnya, yakni sebesar 5% untuk tenor jangka pendek 1–15 hari dan 10% untuk tenor hingga 30 hari.
Perubahan hanya dilakukan pada pengklasifikasian barang jaminan yang disesuaikan dengan masing-masing kategori bunga.
YOII Beberkan Sejumlah Tantangan Dalam Mengimplementasikan PSAK 117
Sementara itu, bunga gadai untuk emas dan perak mengalami penyesuaian mulai awal Mei 2026, dari sebelumnya 2,4% menjadi 3% untuk tenor 30 hari.
Dari sisi kinerja, PT Budi Gadai Indonesia mencatat peningkatan margin sebesar 11,18% secara tahunan.
Capaian ini didorong oleh pertumbuhan volume transaksi serta ekspansi cabang yang terus dilakukan perusahaan.