CCSI siapkan rights issue jumbo 474,77 juta saham untuk ekspansi

Ussindonesia.co.id , JAKARTA — Emiten produsen fiber optik PT Communication Cable Systems Indonesia Tbk. (CCSI) berencana melaksanakan penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (PMHMETD) atau rights issue dengan menerbitkan sebanyak-banyaknya 474,77 juta saham baru.

Corporate Secretary CCSI Giovano Matindas Sumakul mengatakan jumlah saham baru yang akan diterbitkan dalam aksi korporasi tersebut setara sekitar 35,61% dari total saham yang telah ditempatkan dan disetor penuh pada saat pengumuman RUPS Luar Biasa (RUPSLB).

“Perseroan berencana untuk melakukan PMHMETD dengan menerbitkan hak memesan efek terlebih dahulu kepada para pemegang saham Perseroan atas sebanyak-banyaknya 474.774.774 saham atau sekitar 35,61% dari total saham yang beredar,” ujar Giovano dalam keterbukaan informasi, Selasa (12/5/2026).

: CCSI Gandeng Raksasa China Bikin Perusahaan Patungan Produksi Serat Optik

Manajemen menjelaskan rencana rights issue tersebut akan dimintakan persetujuan pemegang saham dalam RUPSLB yang dijadwalkan berlangsung pada 17 Juni 2026.

Dalam aksi korporasi ini, saham baru yang diterbitkan memiliki nilai nominal Rp100 per saham dan berasal dari saham portepel perseroan. Seluruh saham baru nantinya akan dicatatkan di Bursa Efek Indonesia (BEI) sesuai ketentuan yang berlaku.

: : Bentuk JV, Communication Cable (CCSI) Gelar Kabel Bawah Laut

CCSI menuturkan saham hasil rights issue tersebut akan memiliki hak yang sama dengan saham lama, termasuk hak atas pembagian dividen.

Perseroan menjelaskan pelaksanaan PMHMETD dilakukan untuk memperkuat struktur permodalan sekaligus membuka peluang masuknya investor baru, baik domestik maupun asing.

: : Communication Cable (CCSI) Akan Rights Issue Akhir Semester I/2021

“PMHMETD yang dilakukan oleh Perseroan dapat memperkuat struktur permodalan Perseroan dan mengundang investor-investor baik lokal maupun asing untuk berpartisipasi menginvestasikan modalnya dalam Perseroan sehingga memberikan nilai tambah bagi kinerja Perseroan,” tulis manajemen.

Adapun dana hasil rights issue, setelah dikurangi biaya emisi, akan digunakan untuk pengembangan usaha dan/atau modal kerja perseroan maupun entitas anak.

CCSI menyebut pelaksanaan rights issue akan dilakukan paling lambat 12 bulan setelah memperoleh persetujuan RUPSLB, sesuai ketentuan POJK No. 32/2015.

Sementara itu, pemegang saham yang tidak melaksanakan haknya dalam aksi rights issue berpotensi mengalami dilusi kepemilikan saham dalam rentang maksimum 2,20% hingga 9,27%.

Communication Cable Systems Indonesia Tbk. – TradingView _______

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.