CEO Danantara: Saham Bank BUMN lagi murah, potensi naiknya besar

Ussindonesia.co.id  JAKARTA. Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara Indonesia menilai valuasi saham-saham bank BUMN masih tergolong rumah dan punya peluang kenaikan yang menjanjikan. ​

CEO Danantara Rosan Perkasa Roeslani menyampaikan naik turun di pasar saham merupakan hal yang umum, tetapi bagi Danantara investasi yang mereka lakukan berfokus pada fundamental.   

“Misalnya kalau kami lihat perbankan dari price to book sudah di bawah 1%, yang di mana kalau keadaan normal sudah berada di atas 2%–3%. Jadi ada potensi upside,” jelasnya di Gedung BEI, Selasa (19/5/2026). 

Wakil Ketua DPR Dasco Sambangi Gedung BEI Bareng CEO Danantara, IHSG Makin Tertekan!

Berdasarkan data IDX Mobile pada Selasa (19/5/2026), price book value (PBV) saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) berada di level 1,40 kali, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) di 1,18 kali. 

Kemudian PBV saham PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) berada di posisi 0,80 kali. Lalu PBV saham PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) dan PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) masing-masing mencapai 0,49 kali dan 1,51 kali. 

Rosan menyebut kalau dicermati secara satu persatu, seperti saham Himbara dan mineral yang berada di bawah kelolaan Danantara bisa memberikan yield yang tinggi di kisaran 10%–11%. 

  BMRI Chart by TradingView  

“Baik secara fundamental maupun secara harga, saham-saham terutama BUMN yang ada di BEI akan membuat yield jangka menengah hingga panjang bisa di atas 10%–11%,” ucapnya.