Cum dividen tiba! Saham harga 478 ini akan beri dividen dengan yield 9,41%

Ussindonesia.co.id Jakarta. Kesempatan terakhir untuk mendapatkan dividen jumbo dari PT Multi Prima Sejahtera Tbk (LPIN) dengan yield lebih dari 9%. Hari ini, Kamis 7 Mei 2026 adalah cum dividen date saham LPIN.

Cum dividen date adalah periode akhir suatu saham mengandung hak dividen. Investor yang ingin mendapatkan dividen harus membeli saham tersebut paling lambat saat cum date dan menyimpannya hingga tanggal pencatatan daftar pemegang saham yang berhak atas dividen tunai.

Perusahaan milik Grup Lippo  akan membagikan dividen tunai senilai Rp 19,12 miliar untuk periode tahun buku 2025.

Manajemen perusahaan manufaktur spare part kendaraan bermotor ini mengatakan rencana pembagian dividen sesuai dengan hasil Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) perusahaan yang digelar pada 28 April 2026.

“Total nilai dividen yang sudah ditentukan ialah Rp 19.125.000.000 dan dividen per saham mencapai Rp 45,” tulis manajemen LPIN dalam keterbukaan informasi, Kamis (30/4/2026).

Hari Ini (7/5) Terakhir, Saham Bank Daerah Ini Beri Dividen dengan Yield 9,66%

Pada perdagangan Rabu (6/5/2026), saham LPIN berada di level Rp 478 per saham atau melemah 8 poin atau 1,65% secara harian. Sejak awal tahun berjalan, pergerakan harga saham ini terpantau mengalami penguatan 32 poin atau 7,17%.

Dengan harga terbaru, yield dividen saham LPIN mencapai 9,41%.  Jumlah itu setara 4x bunga deposito yang hanya 2%-an per tahun.

Tonton: Rupiah Tembus Rp 17.400 BI Turun Tangan Stabilkan Pasar

Berikut jadwal lengkap pembagian dividen LPIN :

  • Cum dividen di pasar reguler dan negosiasi: 7 Mei 2026
  • Ex dividen di pasar reguler dan negosiasi: 11 Mei 2026
  • Cum dividen di pasar tunai: 8 Mei 2026
  • Ex dividen di pasar tunai: 12 Mei 2026
  • Tanggal daftar pemegang saham yang berhak atas dividen tunai:  11 Mei 2026
  • Pembayaran dividen tunai: 25 Mei 2026 

Data keuangan per 30 Desember 2025 yang mendasari pembagian dividen adalah sebagai berikut:

  • Laba bersih yang didapat diatribusikan kepada entitas induk: Rp 33,04 miliar
  • Saldo laba ditahan yang tidak dibatasi penggunaannya: Rp 256,98 miliar
  • Total ekuitas: Rp 355,12 miliar