
Ussindonesia.co.id – JAKARTA. Nilai tukar rupiah melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada Selasa (6/1/2026). Mengutip Bloomberg, rupiah di pasar spot melemah 0,11% secara harian ke Rp 16.758 per dolar AS.
Berdasarkan Jisdor Bank Indonesia (BI), rupiah juga melemah 0,08% secara harian ke Rp 16.762 per dolar AS.
Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong mengatakan, rupiah ditutup melemah terhadap dolar AS karena masih terbebani oleh data perdagangan yang menunjukkan penurunan ekspor yang besar dan impor yang stagnan.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat kinerja ekspor Indonesia pada November 2025 mencapai US$ 22,52 miliar pada November 2025. Nilai tersebut turun 6,60% secara tahunan (year on year/yoy) dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar US$ 24,11 miliar.
Ketegangan AS–Venezuela Angkat Harga Bitcoin, Pasar Tetap Waspadai Volatilitas
Lukman bilang, penurunan ekspor meningkatkan prospek pemangkasan suku bunga oleh BI. Indeks dolar AS sendiri terpantau masih melemah hari ini.
“Rupiah jelas masih terbebani mengingat investor cenderung menghindari rupiah menjelang data – data ekonomi penting AS seperti ISM service besok dan NFP jumat ini, dan data cadangan devisa Indonesia. Rupiah hanya bisa menguat dengan intervensi BI,” ucap Lukman kepada Kontan, Selasa (6/1/2026).
Lukman memperkirakan rupiah pada Rabu (7/1/2026) berada dikisaran Rp 16.700 – Rp 16.850 per dolar AS.
Pengamat mata uang, Ibrahim Assuaibi mengatakan pergerakan rupiah masih dipengaruhi efek ketegangan AS – Venezuela. Pada hari Senin, Maduro menyatakan tidak bersalah atas tuduhan AS terkait distribusi narkotika.
Munyo, yang muncul di pengadilan New York beberapa hari setelah penangkapannya di Caracas oleh pasukan AS, mengatakan bahwa ia tidak bersalah dan bahwa ia masih presiden Venezuela.
Sementara itu, Wakil Presiden Maduro, Delcy Rodriguez, dilantik sebagai presiden sementara pada hari Senin. Meskipun ia menyampaikan dukungan untuk Maduro, tidak jelas apakah ia berencana untuk menentang intervensi AS.
“Laporan pada hari Senin menunjukkan bahwa intelijen AS memandang Rodriguez sebagai orang yang paling tepat untuk memimpin pemerintahan sementara,” kata Ibrahim, Selasa (6/1/2026).
Selain itu, data ekonomi AS mengungkapkan bahwa bisnis manufaktur terus menunjukkan prospek yang suram. Indeks PMI Manufaktur ISM AS untuk Desember 2025 turun menjadi 47,9, meleset dari perkiraan 48,3 dan turun dari 48,2 pada November. Hal ini menandakan penurunan lebih lanjut dalam aktivitas manufaktur.
“Angka tersebut menandai bulan kontraksi kesepuluh berturut-turut dan menggarisbawahi pelemahan yang terus-menerus di sektor ini,” ucap Ibrahim.
Ibrahim memproyeksikan rupiah pada Rabu (7/1/2026) bergerak fluktuatif, namun ditutup melemah direntang Rp 16.750 – Rp 16.780 per dolar AS.
Dibayangi Sentimen Geopolitik, Rupiah Melemah ke Rp 16.758 per Dolar AS