Emiten mobil bekas grup Triputra ASLC bagi dividen Rp12,7 miliar

Ussindonesia.co.id , JAKARTA – Emiten mobil bekas Grup Triputra, PT Autopedia Sukses Lestari Tbk. (ASLC) memutuskan membagikan dividen tunai sebesar Rp12,7 miliar dari laba bersih tahun buku 2025.

Keputusan tersebut disahkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar pada Selasa (19/5/2026) di Jakarta. Dengan pembagian itu, pemegang saham ASLC akan menerima dividen sebesar Rp1 per saham.

Nilai dividen tersebut setara sekitar 28,25% dari laba bersih perseroan sepanjang 2025 yang mencapai Rp45 miliar. Manajemen menilai capaian kinerja sepanjang tahun lalu hingga kuartal I/2026 menjadi dasar kuat untuk tetap membagikan dividen kepada investor.

: Emiten TP Rachmat Autopedia (ASLC) Bidik Pertumbuhan Dobel Digit 2026

Presiden Direktur ASLC Jany Chandra mengatakan optimistis mampu mencatat pertumbuhan kinerja dobel digit pada tahun ini. 

“Optimisme tersebut didukung posisi bisnis Caroline.id yang dinilai unik dan terintegrasi dalam ekosistem kendaraan bekas perseroan,” ujarnya dalam paparan publik online, Selasa (19/5/2026).

: : Saham ASLC Masih Undervalued, Autopedia Lestari Akan Buyback Saham

Sepanjang 2025, ASLC berhasil mencetak sejarah sebagai emiten mobil bekas pertama di Indonesia dengan pendapatan menembus Rp1 triliun. Pendapatan perseroan tercatat tumbuh sekitar 14,5% dibandingkan tahun sebelumnya.

Kinerja itu ditopang oleh lini bisnis lelang kendaraan melalui JBA, penjualan mobil bekas ritel lewat Caroline.id, hingga bisnis gadai kendaraan MotoGadai. Pertumbuhan bisnis tersebut turut mendorong laba bersih tahun berjalan mencapai Rp45 miliar.

: : Autopedia (ASLC) Raup Pendapatan Rp1 Triliun, Intip Strategi 2026

Momentum positif berlanjut pada kuartal I/2026. ASLC membukukan pendapatan sebesar Rp283,6 miliar atau naik 27,5% secara tahunan (year-on-year/YoY). Sementara itu, laba bersih perseroan tercatat sebesar Rp7,4 miliar.

Dalam struktur bisnis perseroan, Caroline.id menjadi kontributor utama pendapatan ASLC. Sepanjang 2025, lini bisnis penjualan mobil bekas tersebut menyumbang sekitar 72,8% dari total pendapatan perseroan.

Kontribusi Caroline.id bahkan semakin dominan pada kuartal I/2026 dengan porsi mencapai 82,7%. Pendapatan unit bisnis tersebut tercatat melonjak 51% YoY.

Strategi Hadapi Pelemahan Rupiah dan Geopolitik

Sejauh ini, Jany menilai tekanan makroekonomi global seperti pelemahan nilai tukar rupiah hingga ketidakpastian geopolitik belum berdampak langsung terhadap bisnis inti jual beli mobil bekas yang dijalankan perseroan.

Namun demikian, kondisi ekonomi yang belum stabil disebut mulai memengaruhi perilaku konsumen, terutama dalam keputusan membeli barang bernilai besar seperti kendaraan.

Presiden Direktur Autopedia Sukses Lestari, Jany Chandra mengatakan ketidakpastian ekonomi membuat masyarakat cenderung menunda pembelian kendaraan, sehingga berdampak tidak langsung terhadap industri otomotif, termasuk pasar mobil bekas.

“Volatilitas ekonomi memang ada dampak ke customer. Dalam kondisi ekonomi tidak pasti maka akan menunda pembelian barang mahal,” ujarnya.

Di tengah tekanan ekonomi, ASLC justru melihat adanya peluang dari perubahan perilaku konsumen yang mulai beralih dari rencana membeli mobil baru menjadi mobil bekas yang lebih terjangkau.

Menurut Jany, fenomena pergeseran konsumsi tersebut pernah terjadi sebelumnya dan kembali muncul di tengah ketidakpastian ekonomi saat ini.

“Pergeseran semacam ini pernah kami alami, dari rencana membeli mobil baru ke mobil bekas,” katanya.

Selain faktor ekonomi, ASLC menilai tantangan terbesar perseroan saat ini bukan berasal dari kondisi makro, melainkan masih rendahnya pemahaman masyarakat terhadap model bisnis jual beli mobil bekas modern yang ditawarkan perusahaan.

Karena itu, perseroan akan terus memperluas edukasi pasar dan sosialisasi layanan melalui platform Caroline.id maupun bisnis lelang kendaraan JBA agar lebih dikenal masyarakat luas.

Ke depan, ASLC menegaskan tetap fokus pada strategi investasi jangka panjang. Perseroan meyakini potensi pasar mobil bekas di Indonesia masih sangat besar seiring tingginya jumlah penduduk, rendahnya rasio kepemilikan kendaraan, serta semakin membaiknya infrastruktur di berbagai daerah.

Autopedia Sukses Lestari Tbk. – TradingView

______

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.