
Ussindonesia.co.id JAKARTA. PT Adhi Kartiko Pratama Tbk (NICE), emiten pertambangan bijih nikel mendapat pinjaman dari PT Bank KB Indonesia Tbk (BBKP).
Berdasarkan keterbukaan informasi di BEI, Adhi Kartiko mendapat pinjaman sebesar Rp 100 miliar. Direktur Adhi Kartiko Pratama Yeon Ho Choi menjelaskan, pinjaman ini ditandatangani pada 6 Februari 2026. Pinjaman ini dikenai suku bunga sebesar compounded tiga bulan Indonia ditambah 1,8%. Pinjaman ini berjangka waktu sampai dengan 6 Januari 2027.
“Mengacu pada ketentuan Pasal 11 POJK 17/2020, maka dalam hal perusahaan menerima pinjaman secara langsung dari bank, maka dikecualikan atas kewajiban penggunaan penilai dan memperoleh persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS),” kata Yeon dalam rilis.
Adhi Kartiko (NICE) Kena Denda Administratif dari Satgas Penertiban Kawasan Hutan
Yeon menjelaskan, fasilitas kredit akan digunakan oleh NICE sebagai opsi pembiayaan untuk modal kerja. “Adapun berdasarkan penelaahan yang dilakukan NICE, tidak terdapat dampak material terhadap kondisi keuangan perusahaan atas diterimanya fasilitas kredit ini,” tutur dia.
Hingga September 2025, total aset NICE sebesar Rp 668,43 miliar. Angka ini naik dari posisi aset di 2024 yang mencapai Rp 409,01 miliar. Sementara ekuitas NICE sebesar Rp 315,64 miliar di September 2025 dari akhir 2024 sebesar Rp 174,67 miliar.
Sementara pendapatan NICE per September 2025 mencapai Rp 832,11 miliar, naik 100,38% secara tahunan. Adapun laba bersih NICE melonjak 274,02% secara tahunan menjadi Rp 140,97 miliar.
Laba bersih per saham NICE pada September 2025 di Rp 23,18 per saham, naik dari September 2024 sebesar Rp 6,2 per saham.
Rabu (11/2/2026), harga saham NICE naik 4,47% di Rp 374 per saham. Sementara secara year to date turun 6,97%.