Ussindonesia.co.id , JAKARTA – Harga saham sejumlah emiten bank kecil mengalami penguatan pada awal tahun ini. Apa pendorongnya? Saham PT Bank Bumi Arta Tbk. (BNBA), misalnya, tercatat mengalami penguatan saat pembukaan pasar di sesi pertama pada perdagangan Selasa (6/1/2026). Saham BNBA dibuka naik 235 poin atau sekitar 23,86% ke posisi Rp1.220 per lembar saham. Pada perdagangan sebelumnya, saham BNBA ditutup di level Rp985. Setelah pembukaan, grafik pergerakan harga saham BNBA terpantau berfluktuatif. Hingga pukul 15.10 WIB, saham BNBA sempat mendarat di zona merah. Dalam pantauan Bisnis, saham BNBA turun 35 poin atau 3,55% menuju level Rp950 per lembar saham. Bank Bumi Arta Tbk. – TradingView Adapun, hingga pukul 15.39 WIB, saham BNBA stagnan di level Rp985 per lembar saham. Secara tahun berjalan (year to date/YtD) saham BNBA naik 290 poin atau 41,73% YtD. Harga saham PT Bank Capital Indonesia Tbk. (BACA) juga terpantau meningkat 14 poin atau 6,31% menuju level Rp236 per lembar saham. Selama tahun berjalan, saham BACA meningkat 2 poin atau 0,85% YtD. Penguatan juga dialami PT Bank Ganesha Tbk. (BGTG) yang bergerak naik 17 poin atau 13,49% ke level Rp144 per lembar saham. Secara kumulatif selama tahun berjalan, saham BGTG terkerek 24 poin atau 20,17% YtD. : Laba Bank Swasta Menanjak, Bank BUMN Justru Menyusut Per November 2025 Saham PT Bank Nationalnobu Tbk. (NOBU) turut bergerak di zona hijau dengan kenaikan 25 poin atau 3,85% menuju level Rp540 per lembar saham. Sepanjang tahun berjalan saham bank milik keluarga Riady ini telah naik 35 poin atau 6,86% YtD. Kinerja positif juga ditunjukkan saham PT Bank Oke Indonesia Tbk. (DNAR) yang menguat 13 poin atau 6,81% menuju Rp204 per lembar saham. Secara tahun berjalan, harga saham DNAR tercatat meningkat 18 poin atau 9,68% YtD. Kemudian, saham PT Bank Artha Graha Internasional Tbk. (INPC) naik 63 poin atau 34,43% menuju level Rp246 per lembar saham. Peningkatan juga terlihat selama tahun berjalan yakni 100 poin atau 68,49% YtD. Sementara itu, saham PT Bank Neo Commerce Tbk. (BBYB) menyusut 10 poin atau 1,94% menuju Rp505 per lembar saham. Kendati begitu, saham BBYB secara tahun berjalan meningkat 25 poin atau 5,21% YtD. : Fenomena Lazy Bank dan Kredit Nganggur, Ekonom Kritik Kebijakan Fiskal Purbaya Senada, saham PT Bank Panin Dubai Syariah Tbk. (PNBS) merosot 1 poin atau 1,64% menuju level Rp60 per lembar saham. Kendati demikian, saham PNBS meningkat 7 poin atau 13,21% YtD selama tahun berjalan. Penurunan juga dialami oleh saham PT Bank MNC Internasional Tbk. (BABP). Tercatat, saham BABP turun 1 poin atau 1,54% ke level Rp64 per lembar saham. Meski demikian, saham bank milik konglomerat Hary Tanoesoedibjo itu secara tahun berjalan naik 9 poin atau 16,36% YtD. Analis Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta menyebut, kenaikan harga saham bank-bank mini atau KBMI 1 belakangan ini lebih banyak didorong oleh sentimen perbaikan kinerja keuangan. Dia menilai, pasar merespons positif upaya bank-bank kecil dalam memperbaiki fundamental bisnisnya. Bank Capital Indonesia Tbk. – TradingView Menurut Nafan, selain faktor kinerja, munculnya wacana penghapusan kategori KBMI 1 oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) juga ikut memengaruhi pergerakan saham. Wacana tersebut dinilai mendorong bank-bank KBMI 1 untuk mempertimbangkan langkah konsolidasi, termasuk merger. “Kenaikan harga saham bank ini kan lebih dipengaruhi oleh misalnya sentimen dari perbaikan kinerja ya, terutama ya. Walaupun misalnya terdapat pengaruh dari, ya ada juga yang wacana OJK untuk menghapus KBMI 1,” ujar Nafan kepada Bisnis, Selasa (6/1/2026). Dia menuturkan, rencana merger secara teori berpotensi menjadi sentimen positif bagi saham perbankan terkait. Aksi konsolidasi diharapkan dapat memperkuat permodalan, memperbaiki efisiensi, serta meningkatkan daya saing bank. Meski demikian, Nafan mengingatkan investor untuk tetap mencermati realisasi aksi korporasi tersebut. Pasalnya, tidak semua rencana merger berjalan mulus sesuai ekspektasi pasar. “Kita harus melihat aksi korporasinya seperti apa, mergernya kadang bisa, prosesnya bisa berjalan ataupun juga diam di tempat misalnya,” jelasnya. Dengan demikian, Nafan menilai pergerakan saham bank-bank KBMI 1 ke depan masih akan sangat bergantung pada perbaikan kinerja yang berkelanjutan serta kepastian realisasi aksi merger yang direncanakan.
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.