Harga buyback emas Antam naik 15,25% hari ini Kamis (5/2)

Ussindonesia.co.id , JAKARTA – Harga buyback emas Antam mengalami kenaikan lebih dari 15,25% hingga hari ini Kamis (5/2/2026).

Berdasarkan data Logam Mulia Kamis (5/2/2026), harga buyback emas Antam turun Rp17.000 ke Rp2.720.000. Posisi itu menjauh dari rekor tertinggi sepanjang masa (all time high/ATH) di Rp2.989.000 pada Januari 2026.

Kendati demikian, harga buyback emas Antam tercatat telah mengalami kenaikan 15,25% untuk periode berjalan 2026.

: Momentum Harga Emas dan Perak Sempat Kembali Berkilau, Volatilitas Bertahan

Sebagaimana diketahui, harga buyback merupakan acuan pembelian kembali oleh PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) berdasarkan ukuran 1 gram.

Buyback emas merupakan transaksi menjual kembali emas, baik dalam bentuk logam mulia, logam batangan, maupun perhiasan. Biasanya, harga yang dibanderol lebih rendah dari harga jual saat itu.

: : Harga Emas Antam Naik Lagi ke Level Rp2.956.000 per Gram Hari Ini (5/2)

Kendati demikian, buyback emas masih bisa mendatangkan keuntungan apabila terdapat selisih besar antara harga jual dan harga buyback.

Sesuai dengan PMK No 34/PMK.10/2017, penjualan kembali emas batangan ke Antam dengan nominal lebih dari Rp10 juta, dikenakan PPh 22 sebesar 1,5 persen untuk pemegang NPWP dan 3 persen untuk non NPWP). Adapun, PPh 22 atas transaksi buyback dipotong langsung dari total nilai buyback.

: : Harga Emas Hari Ini 5 Februari di Pasar Spot saat Permintaan Kembali Naik

Adapun, harga buyback emas Antam mengikuti pergerakan mahar logam mulia di pasar global.

Diberitakan Bisnis sebelumnya, harga emas spot naik hingga 1,2% pada perdagangan awal, setelah memulihkan sebagian kerugian selama dua sesi sebelumnya menyusul penurunan tajam.

Harga emas di pasar spot naik 1,2% ke level US$5.022,61 per ounce pada pukul 7.50 pagi waktu Singapura. Sementara, perak juga naik 2,3% ke level US$90,20.

Pada penutupan perdagangan hari Rabu, harga logam mulia tersebut turun 11% dari level tertinggi sepanjang masa yang dicapai pada 29 Januari 2026, tetapi masih naik 15% untuk tahun ini. Perak juga naik, melampaui US$90 per ons.

Harga logam mulia melonjak pada bulan lalu dalam reli yang didukung oleh momentum spekulatif, gejolak geopolitik, dan kekhawatiran tentang independensi Federal Reserve.

Lonjakan tersebut tiba-tiba terhenti pada akhir pekan kemarin, dengan perak mengalami penurunan harian terbesar sepanjang masa pada hari Jumat dan emas anjlok paling parah sejak 2013.

Namun, banyak investor dan analis percaya bahwa fundamental yang mendorong harga emas batangan ke rekor tertinggi tetap utuh. Fidelity Fund, yang menjual sebagian besar kepemilikan emasnya beberapa hari sebelum penurunan tersebut, sedang mengamati peluang untuk membeli kembali, kata manajer portofolio George Efstathopoulos kepada Bloomberg News.

Banyak bank global telah mendukung pemulihan harga emas, dengan Deutsche Bank AG mengatakan pada hari Senin bahwa mereka tetap mempertahankan perkiraan harga emas batangan untuk naik menjadi US$6.000 per ons. Goldman Sachs Group Inc. mengatakan dalam sebuah catatan bahwa mereka melihat risiko kenaikan yang signifikan terhadap perkiraan akhir tahun mereka sebesar US$5.400.

Para pedagang kini mengalihkan perhatian mereka ke arah kebijakan Kevin Warsh, yang dinominasikan oleh Presiden AS Donald Trump untuk menjadi ketua Fed berikutnya.

Trump mengatakan pada hari Rabu bahwa dia tidak akan menominasikan Warsh jika dia menyatakan keinginan untuk menaikkan suku bunga. Lingkungan suku bunga yang lebih rendah merupakan pendorong bagi logam mulia, yang tidak memberikan bunga.