
Ussindonesia.co.id , JAKARTA — Mayoritas saham emiten-emiten yang memiliki lini bisnis emas ditutup menguat pada perdagangan hari ini, Senin (5/1/2026), tersengat penguatan harga emas di pasar global yang dipengaruhi sentimen konflik geopolitik AS-Venezuela.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia, indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup menguat 1,27% atau 111,05 poin menuju 8.859,19. Level tersebut merupakan posisi penutupan IHSG tertinggi sepanjang sejarah atau all time high (ATH).
Tercatat, sebanyak 446 saham naik, 246 saham turun, dan 114 saham stagnan. Sementara itu, kapitalisasi pasar alias market cap mencapai Rp16.194 triliun.empat menyentuh level tertinggi 8.680,04 dan level terendah 8.585,42.
Saat IHSG menguat, saham emiten-emiten yang memiliki portofolio emas kompak menguat. Penguatan dipimpin oleh saham emiten emas Grup Bakrie dan Grup Salim PT Bumi Resources Minerals Tbk. (BRMS) yang melejit 8,05% ke posisi Rp1.275 per saham.
Senada, saham PT Archi Indonesia Tbk. (ARCI) tancap gas dengan ditutup naik 4,86% ke posisi Rp1.725 per saham dan saham PT Hartadinata Abadi Tbk. (HRTA) melejit 5,58% ke level Rp2.270 per saham.
Di belakang ARCI dan HRTA, saham PT Merdeka Gold Resources Tbk. (MDKA) melonjak 6,44% ke level Rp2.480 dan PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) menguat 5,61% ke level Rp3.390 per saham.
Penguatan harga saham juga dialami oleh saham PT J Resources Asia Pasifik Tbk. (PSAB) yang melaju 5,41% ke posisi Rp585 dan saham PT Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN) terpantau naik 2,94% ke level Rp7.000 per saham.
: Logam Mulia Emasku Hartadinata Abadi (HRTA) Raih Akreditasi KAN
Berdasarkan data Bloomberg per 17.00 WIB, harga emas spot hari ini menguat 2,38% ke level US$4.435,51 per troy ounces. Pada saat yang sama, emas Comex naik 2,63% ke posisi US$4.443,5 per troy ounces.
Pergerakan harga emas dipengaruhi oleh lonjakan risiko geopolitik menyusul langkah Amerika Serikat (AS) menggulingkan Presiden Venezuela, Nicolas Maduro.
Presiden AS Donald Trump menyatakan Washington berencana untuk “mengelola” Venezuela setelah menggulingkan Maduro, memicu ketidakpastian terkait masa depan pemerintahan negara Amerika Selatan tersebut.
Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio juga menegaskan bahwa Washington akan memanfaatkan pengaruhnya di sektor minyak untuk mendorong perubahan lanjutan di Venezuela.
“Pasar kini dipaksa menilai ulang bukan hanya risiko Venezuela, tetapi juga ketidakpastian Amerika Serikat dan jangkauan militernya,” ujar Kepala Riset MKS Pamp SA, Nicky Shiels, dalam catatannya.
Emas mencatatkan kinerja tahunan terbaik sejak 1979 pada 2025, dengan harga menembus serangkaian rekor baru. Kenaikan tersebut didukung oleh pembelian agresif bank sentral, pelonggaran kebijakan moneter Federal Reserve, serta pelemahan dolar AS.
Permintaan terhadap aset aman yang dipicu ketegangan geopolitik dan friksi perdagangan global turut menopang harga emas.
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.