
Ussindonesia.co.id JAKARTA. Harga emas tercatat masih di level tinggi. Hari ini, Rabu (7/1/1/2026), harga dasar emas batangan Antam ukuran 1 gram dibanderol Rp 2.584.000.
Mengutip laman Logam Mulia, angka itu melejit Rp 35.000 dibanding harga perdagangan Selasa (6/1).
Sejalan, harga buyback emas Antam dibanderol Rp 2.440.000 hari ini, juga terbang hingga Rp 35.000 dibandingkan dengan harga perdagangan Selasa kemarin.
Harga Emas Antam Hari Ini Melonjak Rp 35.000 Jadi Rp 2.584.000 per Gram, Rabu (7/1)
Sementara, mengutip Trading Economics, harga emas ada di level US$ 4.463 per troi ons. Ini naik 6,09% dalam sebulan terakhir dan melesat 64,87% year to date (YTD).
Di tengah kondisi ini, Analis Komoditas Doo Financial Futures Lukman Leong menilai, investor jangka panjang disarankan untuk terus mempertahankan kepemilikannya.
Namun, harga saat ini memang sudah agak tinggi dengan potensi upside terbatas ke US$ 4.550 per ons troi atau kira-kira 1,5% dari harga sekarang.
“Jadi, investor jangka pendek mungkin akan melakukan aksi ambil untung,” ujarnya kepada Kontan, Rabu (7/1/2026).
Walau demikian, apabila harga emas terkoreksi, tidak bisa dipastikan seberapa besar penurunannya. “Sehingga, disarankan nanti investor untuk kembali masuk, namun lakukan secara bertahap ketika hal itu terjadi,” katanya.
Menurut Lukman, saat ini tidak banyak ekspektasi pada data-data ekonomi, terutama dari Amerika Serikat (AS). Saat ini, mayoritas data ekonomi masih penuh ketidakpastian, baik itu data tenaga kerja, pertumbuhan ekonomi, dan inflasi.
“Hal yang memanas saat ini adalah geopolitik yang menurut saya akan berandil besar dalam pergerakan harga emas,” tutur dia.
Harga Emas Antam Hari Ini Melonjak Rp 34.000 Jadi Rp 2.549.000 per Gram, Selasa (6/1)
Lukman pun memproyeksikan harga emas akan ada di level US$ 4.700 – US$ 4.800 per ons troi sepanjang kuartal I 2026. Artinya, ada potensi upside 5-8% di periode ini.
Sementara, dengan asumsi kurs rupiah terhadap dolar AS saat ini, maka emas Antam kemungkinan akan berkisar di Rp 2,71 juta – Rp 2,79 juta per gram sepanjang tiga bulan pertama tahun 2026.