
Ussindonesia.co.id Harga emas menguat lebih dari 1% pada Rabu (18/2/2026), bangkit dari posisi terendah sepekan yang tercapai pada sesi sebelumnya.
Kenaikan ini terjadi seiring pelaku pasar menunggu rilis risalah rapat Januari bank sentral Amerika Serikat (AS), Federal Reserve, yang dijadwalkan keluar malam ini.
Mengutip Reuters, pada pukul 12.40 waktu setempat, harga emas spot naik 1% ke level US$ 4.927,19 per ons. Sementara itu, kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman April menguat 0,9% ke US$ 4.947,70 per ons.
Analis Natixis, Bernard Dahdah, mengatakan penurunan harga emas di bawah US$ 4.900 telah memicu aksi beli oportunistis. Menurutnya, investor mulai mengambil posisi jelang publikasi risalah rapat The Fed bulan Januari.
Harga Emas Antam Diproyeksi Melonjak Memasuki Bulan Ramadan 2026
Pada Selasa (17/2/2026), harga emas sempat turun ke US$ 4.841,74 per ons. Pelemahan tersebut dipicu oleh penguatan dolar AS dan meredanya ketegangan geopolitik antara AS dan Iran, yang menurunkan minat terhadap aset lindung nilai.
Tekanan juga datang dari sepinya aktivitas pasar Asia karena libur Tahun Baru Imlek.
Selain risalah The Fed, pelaku pasar juga menantikan rilis data Personal Consumption Expenditures (PCE) Amerika Serikat untuk Desember yang dijadwalkan terbit Jumat mendatang.
Data ini menjadi salah satu indikator utama arah kebijakan moneter The Fed sepanjang tahun ini.
Berdasarkan CME FedWatch Tool, pasar saat ini memperkirakan pemangkasan suku bunga pertama akan terjadi pada Juni 2026. Presiden Federal Reserve Chicago Austan Goolsbee menyebut masih terbuka peluang “beberapa kali” pemangkasan suku bunga tahun ini jika inflasi kembali bergerak menuju target 2%.
Harga Emas Spot Naik 1,1%, Investor Tunggu Arah Bunga The Fed
Sementara itu, Gubernur The Fed Michael Barr menilai penurunan suku bunga kemungkinan baru terjadi dalam jangka waktu yang lebih panjang.
Emas yang tidak memberikan imbal hasil bunga cenderung berkinerja lebih baik dalam lingkungan suku bunga rendah.
Dari sisi geopolitik, Amerika Serikat dan Iran dilaporkan mencapai kesepahaman awal terkait prinsip-prinsip dasar pembicaraan nuklir. Meski demikian, pemerintah Iran menegaskan bahwa kesepakatan final belum tentu segera tercapai.
Dahdah menilai, tanpa dorongan kuat dari faktor geopolitik, reli harga emas tahun ini tidak akan setajam tahun lalu. Ia memperkirakan harga emas akan bergerak rata-rata di kisaran US$ 4.850 per ons sepanjang tahun ini.
Harga Emas Spot Turun Lebih dari 1% pada Senin (16/2), Investor Profit Taking
Sementara itu, harga logam mulia lainnya juga menguat. Perak spot melonjak 2,9% ke US$ 75,59 per ons setelah anjlok lebih dari 5% sehari sebelumnya. Platinum naik 1,9% ke US$ 2.045,13 per ons, sedangkan paladium menguat 1,7% ke US$ 1.711,25 per ons.