Harga emas pasar spot tertahan, pasar cermati sikap The Fed & negosiasi AS–Iran

Ussindonesia.co.id – , JAKARTA — Harga emas dunia bergerak stabil setelah melonjak 2% pada perdagangan Rabu (18/2/2026) waktu setempat. 

Kondisi itu dinilai terkait dengan masih liburnya sebagian pelaku pasar Asia di tengah perayaan Tahun Baru Imlek dan pengamatan terhadap arah kebijakan suku bunga bank sentral Amerika Serikat, Federal Reserve (The Fed).

Berdasarkan laporan Bloomberg, Kamis (19/2/2026) pagi, emas spot terpantau turun tipis 0,2% ke level US$4.969,37 per troy ounce pada pukul 08.01 waktu Singapura. Pada sesi sebelumnya, logam mulia sempat menguat tajam setelah aksi beli saat harga melemah (buy on dip) muncul usai dua hari penurunan beruntun.

: Harga Emas Perhiasan Hari Ini 19 Februari Melorot Jadi Rp2,512 Juta per Gram, Buyback Rp5,33 Juta

Bloomberg mencatat, pergerakan emas dalam beberapa pekan terakhir terbilang volatil. Pasar masih dibayangi koreksi tajam pada awal bulan yang menyeret harga turun dari rekor tertinggi sepanjang masa di atas US$5.595 per troy ounce.

Dari sisi fundamental, risalah rapat kebijakan The Fed pada 27–28 Januari menunjukkan para pejabat bank sentral AS lebih berhati-hati terhadap peluang pemangkasan suku bunga. Sikap tersebut dinilai berpotensi menimbulkan perbedaan arah dengan Presiden AS Donald Trump, yang sebelumnya menyuarakan dukungan terhadap biaya pinjaman yang lebih rendah.

Ekspektasi suku bunga yang tetap tinggi cenderung menjadi sentimen negatif bagi emas karena logam mulia tidak memberikan imbal hasil (non-yielding bullion). Di sisi lain, pelemahan dolar AS biasanya menjadi katalis positif bagi harga emas.

Namun demikian, indeks dolar AS versi Bloomberg tercatat menguat 0,5% pada Rabu, ditopang data ekonomi yang menunjukkan ketahanan ekonomi Amerika Serikat. Produksi industri AS naik paling tinggi dalam hampir setahun, sementara pesanan barang modal inti Desember melampaui ekspektasi.

Meski dolar menguat, sejumlah bank investasi global seperti BNP Paribas SA, Deutsche Bank AG, dan Goldman Sachs Group Inc. tetap memproyeksikan tren kenaikan emas berlanjut.

: : Harga Buyback Emas Antam di Pegadaian Hari Ini, Kamis 19 Februari 2026

Mereka menilai faktor pendukung reli multiyears masih solid, termasuk kekhawatiran atas independensi The Fed, diversifikasi dari mata uang dan obligasi negara, serta meningkatnya ketegangan geopolitik.

Dari sisi geopolitik, pasar juga memantau perkembangan di Timur Tengah, khususnya perundingan nuklir antara AS dan Iran yang berlangsung di Jenewa. Seorang pejabat AS menyebut delegasi Teheran akan kembali dalam dua pekan dengan proposal rinci untuk menjembatani perbedaan kedua pihak. 

Laporan media AS bahkan menyebut opsi operasi militer AS dapat berlangsung selama beberapa pekan bila negosiasi gagal.

Selain emas, harga perak turun 0,2% ke US$77,0590 per troy ounce, sedangkan platinum dan paladium tercatat stagnan.