
Ussindonesia.co.id , JAKARTA — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat 0,47% ke level 8.349,61 pada perdagangan hari ini, Kamis (19/2/2026) jelang pengumuman hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia. Sejumlah saham big caps seperti HMSP, MBMA hingga BBCA kompak melaju hijau.
Data RTI Business pukul 09.01 WIB menunjukkan, IHSG naik 0,47% atau 39,38 poin ke level 8.349,61 pada awal sesi perdagangan. Rentang pergerakan IHSG berada di antara 8.346 hingga 8.364.
Total perdagangan saham mencapai 1,11 miliar lembar dengan nilai transaksi mencapai Rp632,32 miliar dan frekuensi sebanyak 91.184 kali. Tercatat 319 saham menguat, 103 saham melemah, dan 233 saham stagnan. Kapitalisasi pasar atau market cap Bursa tercatat mencapai Rp15.155 triliun.
Dari jajaran emiten big caps, saham HMSP terpantau menguat 4,28% atau 40 poin ke level harga Rp975 per lembar. Saham MBMA juga naik 4,46% atau 35 poin ke posisi Rp820 per lembar. Saham BBCA juga terpantau menguat 0,69% atau 50 poin ke level Rp7.325 per lembar.
Sementara itu, saham BMRI terpantau turun 0,47% ke posisi Rp5.250 per lembar, saham ADMR juga terkoreksi 1,02% menuju level Rp1.945 per lembar.
Adapun, penghuni top gainers pagi ini dihuni oleh saham RMKO yang melejit 19,75% atau 160 poin ke level harga Rp970 per lembar. Saham SOTS juga melonjak 19,15% atau 360 poin ke posisi Rp2.240 per lembar. Tak ketinggalan saham INDS juga terbang 15,94% atau 440 poin ke level harga Rp3.200 per lembar.
: : IHSG Diproyeksi Menguat Jelang Pengumuman RDG BI, Cermati Saham MEDC, ADMR, EMTK
Sebelumnya, IHSG diproyeksikan melanjutkan tren penguatan pada perdagangan Kamis (19/2/2026) dengan target uji resistance di kisaran 8.350–8.400, seiring meningkatnya optimisme investor domestik.
Tim riset Phintraco Sekuritas menilai perhatian pasar saat ini tertuju pada hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia yang diumumkan hari ini.
: : Proyeksi IHSG 2026 di Rentang 9.000â10.500, Analis Ungkap Penentu Arah Indeks
Konsensus pasar memperkirakan suku bunga acuan akan dipertahankan di level 4,75%, dengan Deposit Facility Rate di 3,75% dan Lending Facility Rate di 5,50%.
“Sehingga diperkirakan IHSG berpeluang melanjutkan penguatan dan menguji level 8.350-8.400,” tulis tim riset, Kamis (19/2/2026).
Selain keputusan suku bunga, investor juga menunggu rilis data pertumbuhan kredit Januari 2026 yang diproyeksikan stabil di kisaran 9,6% secara tahunan (YoY). Stabilitas kredit dinilai menjadi indikator penting bagi prospek sektor perbankan sekaligus daya tahan konsumsi domestik.
Dari eksternal, sentimen global dipengaruhi respons pasar terhadap risalah rapat Federal Reserve yang membuka peluang kenaikan suku bunga lanjutan apabila inflasi belum terkendali.
Risalah tersebut menunjukkan hampir seluruh peserta FOMC sepakat mempertahankan suku bunga di kisaran 3,50%–3,75% pada akhir Januari. Meski demikian, sebagian pejabat masih membuka opsi pengetatan lanjutan jika inflasi bertahan di atas target.
Di sisi lain, data inflasi konsumen (CPI) Januari yang lebih rendah dari perkiraan memberi ruang optimisme terbatas. Investor kini menanti rilis indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi (PCE) pada Jumat mendatang sebagai indikator utama arah inflasi AS.
Kombinasi kenaikan imbal hasil obligasi, penguatan harga komoditas, serta sikap hati-hati bank sentral AS menandakan volatilitas global berpotensi meningkat dalam jangka pendek. Pasar pun menunggu kepastian apakah kebijakan moneter global akan tetap ketat lebih lama atau mulai melonggar pada paruh kedua 2026.
Dalam kondisi tersebut, Phintraco menilai sejumlah saham yang patut dicermati pelaku pasar antara lain PT Medco Energi Internasional Tbk. (MEDC), PT Adaro Minerals Indonesia Tbk. (ADMR), PT TBS Energi Utama Tbk. (TOBA), PT Elang Mahkota Teknologi Tbk. (EMTK), serta PT Bank Neo Commerce Tbk. (BBYB).
______
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.