
Ussindonesia.co.id , JAKARTA – Harga emas melonjak dalam perdagangan spot terbaru. Penguatan ini juga dipicu aksi beli oleh investor yang memanfaatkan penurunan tajam harga pada Kamis lalu untuk masuk di level yang lebih murah.
Tak hanya itu, harga emas kembali menguat setelah data inflasi Amerika Serikat (AS) menunjukkan kenaikan yang relatif terkendali pada awal tahun. Kondisi ini meredakan kekhawatiran pasar terhadap lonjakan inflasi yang lebih tinggi dan mendorong ekspektasi bahwa bank sentral AS (Federal Reserve/The Fed) akan memangkas suku bunga.
Melansir Bloomberg, pada perdagangan spot hingga Jumat (13/2/2026), harga emas naik 2,2% ke US$5.031,52 per troy ounce. Perak melonjak 2,5% ke US$77,16 per troy ounce, sementara platinum dan paladium juga mencatatkan kenaikan.
: Harga Emas Antam di Pegadaian Hari Ini Sabtu 14 Februari 2026
Secara historis, emas sempat mencetak rekor di atas US$5.595 per ounce pada akhir Januari, didorong gelombang aksi beli spekulatif. Namun reli tersebut berbalik arah dengan cepat di akhir bulan, menyeret harga kembali di bawah US$5.000 per ounce.
Analis Doo Financial Futures Lukman Leong mengatakan meski pergerakannya fluktuatif, emas tetap berpeluang bergerak positif ke depan
: : Harga Buyback Emas Antam di Pegadaian Hari Ini Sabtu 14 Februari 2026
“Harga emas pekan depan diperkirakan berkisar US$4.900- US$5.100 per troy ounce pekan depan,”ujarnya, Sabtu (14/2/2026).
Menurutnya harga emas di pasar spot ditutup pada perdagangan Jumat (14/2/2026) dengan rebound cukup kuat setelah data inflasi AS yang lebih rendah dari perkiraan memicu meningkatnya prospek pemangkasan suku bunga oleh the Fed.
: : Harga Emas Antam Hari Ini (14/2) Melonjak Jadi Rp2,95 Juta per Gram
Walaupun data ekonomi AS terutama tenaga kerja yang masih kuat, tetapi The Fed dinilai akan lebih merespons inflasi dalam menentukan kebijakan suku bunga.
Sentimen emas pada umumnya masih kuat, sedangkan dolar AS sendiri masih tertekan oleh debasement trade, terlebih beberapa saat lalu pemerintah China menyarankan bank-bank di china untuk melepas obligasi AS.
Investor mengharapkan the Fed akan menyinggung data inflasi terakhir ini dalam risalah pertemuan Federal Open Market Committee minggu depan.
Secara hingga year to date emas telah naik 17%, sehingga harga emas dalam jangka pendek diperkirakan akan cenderung naik secara gradual, walau demikian volatiltas masih akan bisa terjadi, terutama terkait perkembangan geopolitik.