
Ussindonesia.co.id NEW YORK. Harga logam mulia mengawali perdagangan perdana tahun 2026 dengan tren penguatan, melanjutkan lonjakan tajam sepanjang 2025.
Ketegangan geopolitik global serta ekspektasi pemangkasan suku bunga acuan Amerika Serikat (AS) menjadi faktor utama yang menopang permintaan terhadap emas dan logam mulia lainnya.
Harga emas spot tercatat stabil di level US$ 4.313,29 per troy ounce pada Jumat (2/1/2026) pukul 01.46 waktu setempat, setelah sempat menyentuh level tertinggi harian di US$ 4.402,06.
Harga Emas Capai Rekor Tertinggi, Terdorong Spekulasi Pemangkasan Suku Bunga AS
Sebelumnya, emas batangan mencetak rekor tertinggi sepanjang masa di US$ 4.549,71 per ounce pada 26 Desember 2025 dan membukukan kenaikan sekitar 64% sepanjang tahun lalu.
Sementara itu, kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Februari ditutup melemah tipis 0,3% ke posisi US$ 4.329,6 per ounce.
Kepala Strategi Komoditas Global TD Securities, Bart Melek, mengatakan pasar masih memperhitungkan peluang pemangkasan suku bunga The Federal Reserve pada Maret, serta kemungkinan pemangkasan lanjutan pada tahun ini.
Menurutnya, kombinasi spekulasi kebijakan moneter, risiko pasar akibat isu tarif, serta meningkatnya utang AS mendorong kenaikan harga emas, perak, platinum, dan paladium.
Harga Logam Mulia Anjlok Usai Sentuh Rekor, Investor Lakukan Aksi Ambil Untung
Ekspektasi setidaknya dua kali pemangkasan suku bunga The Fed masing-masing sebesar 25 basis poin membuat emas yang tidak memberikan imbal hasil menjadi semakin menarik bagi investor.
Selain itu, status emas sebagai aset lindung nilai turut diperkuat oleh ketegangan di Iran, belum tercapainya kesepakatan damai Rusia–Ukraina, serta konflik yang masih berlangsung di Gaza.
Dari sisi teknikal, analis senior Kitco Metals Jim Wyckoff menyebut target kenaikan berikutnya untuk kontrak emas Februari adalah mampu menembus dan ditutup di atas level resistensi kuat di sekitar US$4.584 per ounce.
Di pasar fisik, emas mulai diperdagangkan dengan premi di India dan China untuk pertama kalinya dalam hampir dua bulan terakhir, menandakan mulai pulihnya permintaan di dua konsumen emas terbesar dunia tersebut.
Selain emas, harga perak spot naik 0,7% ke level US$71,77 per ounce, setelah sebelumnya menyentuh rekor tertinggi sepanjang masa di US$83,62. Harga platinum melonjak 3,5% ke US$2.125,80 per ounce, setelah mencatat rekor baru di US$2.478,50 pada awal pekan.
Harga Emas Naik Imbas Spekulasi Pemangkasan Suku Bunga, Pasar Cermati Data Ekonomi AS
Sepanjang 2025, perak dan platinum mencatat kinerja lebih unggul dibanding emas. Harga perak melesat lebih dari 147%, didorong penetapannya sebagai mineral kritis di AS, keterbatasan pasokan, serta rendahnya persediaan di tengah kuatnya permintaan industri dan investasi.
Sementara itu, harga platinum melonjak sekitar 127% dalam setahun.
Adapun harga paladium naik hampir 2% ke posisi US$1.636,43 per ounce. Logam ini menutup 2025 dengan kenaikan sekitar 76%, yang merupakan lonjakan tahunan terbesar dalam 15 tahun terakhir.
Meski mengawali tahun dengan penguatan, setelah reli akhir tahun, seluruh logam mulia diperkirakan masih berpotensi mencatatkan pelemahan secara mingguan.