Harga minyak anjlok di awal pekan (2/2/2026), pasar cermati ketegangan AS-Iran

Ussindonesia.co.id  JAKARTA. Harga minyak anjlok pada perdagangan awal pekan ini, Senin (2/2/2026). Pukul 07.34 WIB, harga minyak West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Maret 2026 di New York Mercantile Exchange ada di US$ 63,67 per barel, turun 2,36% dari akhir pekan lalu yang ada di US$ 65,21 per barel.

Harga minyak anjlok pasca mencatat kenaikan bulanan terbesar sejak 2022 karena para pedagang mengamati langkah Presiden AS Donald Trump terkait Iran dan kemajuan pembicaraan perdamaian Ukraina.

Mengutip Bloomberg, Trump meremehkan ancaman perang regional yang dilontarkan pimpinan tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei pada akhir pekan lalu, dan menegaskan kembali harapannya agar mereka dapat mencapai kesepakatan.

Pembatalan B50 Menekan Fundamental Emiten CPO, Simak Rekomendasi Analis Berikut

“Pergerakan ke bawah lebih terlihat seperti pengaturan ulang posisi daripada pergeseran fundamental,” kata Harus Khurshid, kepala investasi di Karobaar Capital LP seperti dikutip Bloomberg.

“Tanpa guncangan pasokan baru, harga minyak mengembalikan sebagian premi risiko karena pasar mengkalibrasi ulang setelah memperhitungkan gangguan jangka pendek yang ternyata tidak terjadi.”