Henan Asset kelola dana Rp 13 triliun, investor tembus 110.000 per Mei 2026

Ussindonesia.co.id  JAKARTA. Di tengah tekanan pasar modal yang masih dibayangi ketidakpastian global, PT Henan Putihrai Asset Management (Henan Asset) justru memperkuat posisinya sebagai salah satu manajer investasi nasional dengan pertumbuhan bisnis yang tetap terjaga.

Hingga 31 Mei 2026, Henan Asset mengelola dana kelolaan (asset under management/AUM) lebih dari Rp 13 triliun dengan basis investor yang telah melampaui 110.000 nasabah. 

Dana tersebut dikelola melalui 15 produk investasi yang mencakup reksadana pasar uang, pendapatan tetap, campuran, saham, produk berbasis syariah, hingga reksadana berdenominasi dolar AS yang direncanakan meluncur tahun ini.

Pertumbuhan tersebut diraih di tengah kondisi pasar yang tidak mudah. Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terkoreksi 19,55% secara year to date (YTD) hingga April 2026 akibat tingginya ketidakpastian global dan berlanjutnya volatilitas pasar keuangan dunia.

Meski pasar saham tertekan, industri reksadana masih menunjukkan daya tahan. Nilai aktiva bersih (NAB) industri mencapai Rp 711,89 triliun atau tumbuh 5,41% YTD, didorong net subscription sebesar Rp 37,24 triliun sepanjang tahun berjalan.

Melihat kondisi tersebut, Henan Asset memilih mempertahankan strategi investasi yang disiplin dan berorientasi jangka panjang dibanding mengejar momentum pasar jangka pendek.

Pembayaran Manfaat Dana Pensiun Naik 14,26% per Februari 2026, OJK Soroti Pensiun&PHK

Direktur Henan Asset Markam Halim mengatakan pengalaman perusahaan selama dua dekade mengajarkan bahwa pergerakan pasar selalu berjalan dalam siklus sehingga kualitas pengelolaan investasi harus menjadi fokus utama.

“Pasar akan selalu bergerak dalam siklus. Karena itu fokus kami bukan hanya menghadapi momentum jangka pendek, tetapi menjaga kualitas pengelolaan investasi secara konsisten dalam berbagai kondisi pasar,” ujar Markam dalam keterangannya, seperti dikutip Rabu (3/6/2026).

Menurut dia, investor saat ini membutuhkan pendekatan investasi yang lebih terukur dan tidak mudah terpengaruh gejolak jangka pendek. Karena itu, perusahaan terus menekankan disiplin pengelolaan portofolio serta kemampuan beradaptasi terhadap perubahan kondisi pasar.

Sejalan dengan pertumbuhan jumlah investor, Henan Asset juga menempatkan pengembangan layanan sebagai salah satu fokus bisnis utama. Perusahaan menilai kebutuhan investor terus berkembang sehingga inovasi produk dan layanan menjadi faktor penting untuk menjaga daya saing.

Direktur Henan Asset Edwardus Ronald Yudianto mengatakan kepercayaan investor menjadi fondasi utama yang menopang pertumbuhan perusahaan selama 20 tahun terakhir.

“Kepercayaan yang telah dibangun bersama investor menjadi fondasi penting bagi perjalanan kami selama 20 tahun terakhir. Karena itu, fokus kami bukan hanya menghadirkan produk investasi, tetapi juga memastikan setiap layanan terus berkembang dan relevan dengan kebutuhan investor yang semakin dinamis,” kata Ronald.

Momentum tahun ini juga bertepatan dengan ulang tahun ke-20 Henan Asset yang mengusung tema “Two Decades of Resilience and Growth”, mencerminkan perjalanan perusahaan dalam menghadapi berbagai siklus pasar sekaligus menjaga pertumbuhan bisnis secara berkelanjutan.

BGN: Pemerintah Gelontorkan Dana Rp1 Triliun per Hari untuk MBG di Aceh hingga Papua

Di tengah pencapaian bisnis tersebut, Henan Asset kembali memperoleh pengakuan internasional dari London Stock Exchange Group (LSEG) melalui ajang LSEG Lipper Fund Awards 2026.

Produk Henan Ekuitas Syariah Berkah Kelas A meraih penghargaan kategori Best Equity Sharia Indonesia Fund over 5 Years pada universe Global Islamics. Penghargaan ini menjadi tahun ketiga berturut-turut Henan Asset menerima apresiasi internasional dari LSEG Lipper untuk kategori reksa dana syariah.

LSEG Lipper Fund Awards merupakan salah satu penghargaan paling bergengsi di industri pengelolaan dana global karena penilaiannya dilakukan secara independen dan berbasis data terhadap kinerja reksa dana di berbagai negara dan kelas aset. Pada kategori Global Islamic, penilaian mencakup negara-negara dengan industri investasi syariah yang berkembang pesat seperti Indonesia, Malaysia, dan Uni Emirat Arab.

Markam menilai penghargaan tersebut menjadi bukti bahwa strategi investasi yang konsisten dan berorientasi jangka panjang tetap mampu menghasilkan kinerja yang kompetitif meski pasar menghadapi tekanan.

“Penghargaan ini bukan sekadar bentuk apresiasi atas kinerja, tetapi juga pengingat bahwa investasi adalah perjalanan jangka panjang. Integritas proses investasi, disiplin pengelolaan portofolio, dan kemampuan untuk tetap adaptif menjadi faktor penting dalam menjaga kepercayaan investor,” tutupnya.