IHSG berisiko melemah hari ini (18/1), pasar cermati lelang SUN Rp33 triliun

Ussindonesia.co.id , JAKARTA — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan masih berada dalam tekanan pada perdagangan Rabu (18/2/2026), seiring munculnya sentimen domestik terkait kebutuhan pembiayaan defisit anggaran pemerintah.

Tim riset OCBC Sekuritas mencermati rencana pemerintah yang akan melelang Surat Utang Negara (SUN) senilai Rp33 triliun pada hari ini guna membantu menutup defisit APBN 2026 yang diperkirakan mencapai Rp689,1 triliun.

“Secara teknikal, indeks memiliki area resistance di 8.265 dan support terdekat di 8.115,” tulis tim riset, Rabu (18/2/2026).

: IHSG Berpeluang Menguat ke 8.300, Sentimen The Fed dan Perjanjian Dagang RI-AS Jadi Katalis

Secara teknikal, OCBC Sekuritas menilai sejumlah saham memiliki peluang pergerakan menarik. Saham Bank Tabungan Negara direkomendasikan buy on weakness dengan area entry 1.350–1.355, support 1.335, dan resistance 1.390.

Sementara itu, saham Energi Mega Persada direkomendasikan speculative buy dengan entry 1.525–1.535 dan resistance 1.570. Saham Harum Energy juga masuk rekomendasi buy on weakness dengan support 1.115, resistance 1.150, dan area entry 1.125–1.130.

: : IHSG Berpeluang Menguat ke 8.440 Usai Imlek, Cermati Saham INDY, MAPI hingga UNTR

Adapun saham Indika Energy direkomendasikan speculative buy pada kisaran 3.540–3.560 dengan resistance 3.670, serta Transcoal Pacific dengan entry 11.050–11.100 dan resistance 11.400.

Proyeksi Konsolidasi IHSG

Di sisi lain, tim riset Sinarmas Sekuritas memperkirakan IHSG akan melanjutkan fase konsolidasi dengan kecenderungan menguji area support 8.170 pada perdagangan hari ini.

: : IHSG Diproyeksi Konsolidasi Hari Ini (18/2), Cek Saham INCO, HMSP, hingga HRUM

“IHSG berpeluang menguji Support 8.170 dan next Support 8,140. Resistance terdekat 8.251–8.334. Dengan Dynamic Support 7.863, diharapkan mampu menopang pergerakan IHSG,” tulis tim riset.

Dari faktor domestik, proyeksi pertumbuhan ekonomi kuartal I/2025 yang disebut dapat mendekati atau bahkan melampaui 6% memberi sinyal optimisme terhadap daya tahan konsumsi dan investasi nasional.

Selain itu, pada 2026 Danantara menyiapkan dua proyek besar senilai Rp84 triliun di sektor waste-to-energy dan agrikultur. Rencana tersebut dinilai berpotensi menjadi katalis jangka menengah bagi sektor infrastruktur dan energi terbarukan.

Namun, sentimen eksternal masih membayangi. Tensi geopolitik meningkat seiring memanasnya hubungan Amerika Serikat dan Iran menjelang pertemuan di Jenewa terkait sengketa nuklir. Di Eropa, para Menteri Keuangan Zona Euro juga mendorong perluasan penggunaan euro sebagai langkah mitigasi atas berbagai kebijakan Presiden Donald Trump. Dinamika global ini berpotensi memicu volatilitas arus modal ke pasar negara berkembang, termasuk Indonesia.

Rekomendasi Saham Sinarmas Sekuritas Rekomendasi speculative buy:

Indah Kiat Pulp & Paper — Target 10.150–10.475 | Entry 9.450–9.875 | Stop loss 9.050

Darma Henwa — Target 645–680 | Entry 555–625 | Stop loss 530

Rekomendasi hold:

Adaro Minerals Indonesia — Target 1.950–2.070 | Stop loss 1.680

Astra International — Target 7.100–7.475 | Stop loss 6.300

Sawit Sumbermas Sarana — Target 1.700–1.790 | Stop loss 1.450