Pemegang obligasi restui Adhi Karya (ADHI) longgarkan rasio keuangan

Ussindonesia.co.id JAKARTA. PT Adhi Karya Tbk (ADHI) mendapatkan restu dari pemegang obligasi untuk mengesampingkan pemenuhan kewajibannya.

ADHI menggelar dua rapat umum pemegang saham (RUPO) pada 12 Februari 2026. RUPO itu digelar untuk Obligasi Berkelanjutan III Adhi Karya Tahap III Tahun 2022 dan Obligasi Berkelanjutan IV Adhi Karya Tahap I Tahun 2024.

Jumlah pokok Obligasi Berkelanjutan III Adhi Karya Tahap III Tahun 2022 sebesar Rp 2,46 triliun. Sementara, Obligasi Berkelanjutan IV Adhi Karya Tahap I Tahun 2024 bernilai pokok Rp 102,71 miliar. 

Bursa Asia Menguat di Tengah Kekhawatiran AI pada Perdagangan Rabu (18/2)

Dalam RUPO Obligasi Berkelanjutan IV Adhi Karya Tahap I Tahun 2024, ADHI mendapatkan restu para pemegang obligasi menyetujui pengesampingan pemenuhan kewajiban ADHI untuk memelihara rasio keuangan.

Perubahannya yaitu memelihara perbandingan aktiva lancar dan kewajiban lancar tidak kurang dari 1 : 1, serta memelihara perbandingan antara EBITDA dengan Beban Bunga Pinjaman tidak kurang dari 1,5 : 1.

“Perubahan itu berlaku untuk periode laporan keuangan konsolidasian tahunan per 31 Desember 2025,” tulis Corporate Secretary ADHI, Rozi Sparta dalam keterbukaan informasi tanggal 14 Februari 2026.

Di sisi lain, RUPO Obligasi Berkelanjutan III Adhi Karya Tahap III Tahun 2022 juga memiliki agenda yang sama.

Sayangnya, RUPO Obligasi Berkelanjutan III Adhi Karya Tahap III Tahun 2022 gagal mengambil keputusan. Ini lantaran keputusan yang sah dan mengikat harus disetujui oleh paling sedikit tiga per empat bagian atau 75% dari jumlah Obligasi yang hadir dalam RUPO.

“Jumlah suara yang setuju atas usulan keputusan yang diajukan oleh ADHI dalam RUPO tersebut sebanyak Rp 1,04 triliun atau setara 43,77%,” katanya.

Berseri Usai Libur Imlek, IHSG Melaju Hampir 1% pada Perdagangan Rabu (18/2) Pagi