IHSG berpeluang menguat ke 8.300, sentimen The Fed dan perjanjian dagang RI-AS jadi katalis

Ussindonesia.co.id , JAKARTA — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan bergerak konsolidatif dengan kecenderungan menguat terbatas pada kisaran 8.150–8.300 dalam perdagangan hari ini Rabu (18/2), di tengah kombinasi sentimen global dan domestik yang saling tarik-menarik.

Tim Riset Phintraco Sekuritas menilai secara teknikal, IHSG sebelumnya ditutup melemah 0,64% ke level 8.212,27 menjelang libur panjang. Namun, indikator mulai menunjukkan peluang perbaikan.

“IHSG hari ini [18/2/2026] diperkirakan   bergerak konsolidasi pada  kisaran level 8.150 hingga 8.300,” tulis tim riset yang dikutip, Rabu (18/2/2026).

: IHSG Berpeluang Menguat ke 8.440 Usai Imlek, Cermati Saham INDY, MAPI hingga UNTR

Dari eksternal, data inflasi CPI AS yang dirilis pada Jumat (13/2) lebih rendah dari perkiraan, menyusul data tenaga kerja yang lebih baik dari perkiraan. Investor akan mendapatkan gambaran lebih jelas mengenai inflasi dari indeks PCE Prices yang akan dirilis Jumat (20/2).

Pelaku pasar kini menanti risalah FOMC yang akan menjadi penentu arah ekspektasi suku bunga lanjutan.

: : IHSG Diproyeksi Konsolidasi Hari Ini (18/2), Cek Saham INCO, HMSP, hingga HRUM

Dari dalam negeri, pasar mencermati agenda Presiden Prabowo yang dijadwalkan menandatangani Perjanjian Perdagangan Resiprokal dengan Presiden AS pada 19 Februari 2026. Kesepakatan ini memuat tarif resiprokal 19% terhadap sejumlah produk Indonesia (kecuali CPO, kopi, dan kakao), serta rencana impor migas dari AS senilai US$15 miliar.

Di sisi lain, pemerintah mengklaim telah melakukan efisiensi anggaran hingga Rp380 triliun pada tahun pertama, yang dialokasikan untuk program prioritas dan penciptaan lapangan kerja. Selain itu, komitmen investasi Rp90 triliun hasil kunjungan luar negeri sebelumnya turut menjadi bantalan sentimen domestik.

Meski demikian, nilai tukar rupiah yang berada di kisaran Rp16.825 per dolar AS tetap menjadi faktor risiko yang perlu diwaspadai, terutama jika yield US Treasury kembali menanjak.

Dalam kondisi konsolidasi, strategi yang disarankan adalah akumulasi selektif pada saham dengan pola teknikal yang mulai membentuk rebound serta memiliki dukungan fundamental sektoral.

Sejumlah saham yang layak dicermati dari Tim Phintraco SEkuritas adalah:

PT Harum Energy Tbk (HRUM)

Rekomendasi: Trading Buy

 Entry: 1.120

 Stop-loss: 1.080

 Target Harga:

  • Target 1: Rp1.200
  • Target 2: Rp1.250
  • Target 3: Rp1.285
  •  

PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk (HMSP)

Rekomendasi: Trading Buy

 Entry: Rp830–840

 Stop-loss: Rp 810

 Target Harga:

Target 1:Rp 880–900

Target 2:Rp 940

PT Saratoga Investama Sedaya Tbk. (SRTG)

Rekomendasi: Trading Buy

 Entry: Rp1.730

 Stop-loss: Rp1.675

 Target Harga:

  • Target 1: Rp1.825
  • Target 2: Rp1.900
  • Target 3: Rp2.000

______

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.