
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali tahun 2026 dengan tren penguatan yang solid. Pada perdagangan Jumat (2/1/2026), IHSG ditutup menguat 101,19 poin atau 1,17% ke level 8.748,13.
Praktisi Pasar Modal sekaligus Founder WH-Project, William Hartanto, menilai secara teknikal IHSG berada dalam fase penguatan lanjutan setelah berhasil mengonfirmasi pola bullish flag pada penutupan perdagangan akhir pekan lalu.
“Pola bullish flag IHSG telah terkonfirmasi. Dengan kondisi ini, IHSG memiliki peluang untuk melanjutkan penguatan dan berpotensi membentuk all time high baru,” tulis William dalam risetnya yang dikutip Kontan, Minggu (4/1/2026).
Menurut William, level 8.800 kini menjadi area resistance penting yang berpeluang diuji dalam waktu dekat. Selama IHSG mampu bertahan di atas area support, peluang penguatan lanjutan masih terbuka.
IHSG Diprediksi Menuju 10.000 di Akhir 2026, Analis: Realistis dalam Skenario Bullish
“Keberhasilan menembus pola bullish flag menjadi indikasi kuat bahwa arah tren IHSG masih menguat,” tambahnya.
Dengan mempertimbangkan faktor teknikal tersebut, William memproyeksikan IHSG pada perdagangan Senin (5/1/2026) berpotensi bergerak menguat dalam kisaran 8.700-8.800.
Dari sisi sentimen, pelaku pasar tetap mencermati dinamika global, khususnya terkait konflik Amerika Serikat serta penyerangan terhadap Venezuela, yang berpotensi memicu volatilitas jangka pendek di pasar keuangan global.
IHSG Diprediksi Sentuh 10.000 di Akhir 2026, Pengamat: Ambisius tapi Masih Realistis
Untuk strategi perdagangan, William merekomendasikan sejumlah saham yang dinilai menarik secara teknikal. Saham PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) direkomendasikan beli dengan estimasi target Rp 6.900. Selanjutnya, PT Bank Panin Tbk (PNBN) juga direkomendasikan beli dengan target Rp 1.200.
Selain itu, saham PT Sinar Eka Selaras Tbk (ERAL) direkomendasikan beli dengan estimasi target Rp 338, sementara PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) direkomendasikan beli dengan target Rp 1.320.