IHSG bertolak ke zona hijau naik 0,66% ke level 7.017

Ussindonesia.co.id JAKARTA – Indeks harga saham gabungan (IHSG) bergerak menguat 0,66% ke level 7.017 sesaat setelah perdagangan dibuka pagi ini.

Berdasarkan data RTI Infokom, IHSG sempat terjerembab ke level 6.968,56 saat perdagangan dibuka, Selasa (5/5/2026). Namun, IHSG langsung naik ke zona hijau tak lama kemudian.

Sebanyak 328 saham menguat, 232 saham melemah, dan 165 saham diperdagangkan stagnan. Kapitalisasi pasar di Bursa Efek Indonesia (BEI) mencapai Rp12.510,63 triliun.

IHSG diramal bergerak terbatas pada perdagangan hari ini, Selasa (5/5/2026). Meskipun begitu, sejumlah saham seperti ITMG, PADI, hingga SRTG masuk sebagai rekomendasi pada perdagangan hari ini.

: IHSG Bertolak ke Zona Hijau Naik 0,66% ke Level 7.017

Analis BRI Danareksa Sekuritas Reza Diofanda saat ini memprediksi IHSG bakal bergerak pada support 6.920—7.000, dengan resistance pada level 7.100—7.160. Pelemahan rupiah dinilai menjadi fokus pasar pada perdagangan hari ini.

”Saat ini, kami masih memproyeksikan IHSG bergerak secara terbatas dengan range support di 6.920—7.000 dan resistance pada 7.100—7.160. Katalis utama yang menjadi perhatian adalah nilai mata uang rupiah per hari ini menembus level Rp17.400 sembari menunggu rilis GDP Growth Q1 Indonesia yang diproyeksi bakal melandai,” katanya dalam riset hariannya, Selasa (5/5/2026).

Di tengah kondisi ini, Reza Diofanda merekomendasikan beli saham PT Indo Tambangraya Megah Tbk. (ITMG) dengan target harga Rp27.025—Rp27.600 dan stop loss pada area kurang dari Rp25.000.

Selain itu, BRI Danareksa juga merekomendasikan saham PT Minna Padi Investama Sekuritas Tbk. (PADI) pada target harga Rp130—Rp139 dan stop loss pada area kurang dari Rp115. Analis juga merekomendasikan saham PT Saratoga Investama Sedaya Tbk. (SRTG) pada target harga Rp1.870—Rp1.960, dan stop loss pada area kurang dari Rp1.700.

Sebaliknya, analis merekomendasikan sell saham PT Chandra Asri Pacific Tbk. (TPIA) pada target harga Rp4.460. Secara teknikal, saham TPIA dinilai tengah dalam tren bearish dengan peningkatan volume jual yang tinggi.

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.