
Ussindonesia.co.id , JAKARTA — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka tembus rekor ATH pada zona hijau pada perdagangan hari ini, Rabu (8/1/2026). Sejumlah saham seperti ADRO, TINS, hingga BBRI naik ke zona hijau.
Berdasarkan data RTI Infokom pada pukul 09.00 WIB, IHSG dibuka pada level 8.946,70 pagi ini. IHSG lalu bergerak pada rentang 8.930-8.985 sesaat setelah pembukaan. Level tersebut di atas all time high (ATH) perdagangan kemarin yang mencapai 8.944.
Sebanyak 309 saham naik ke zona hijau, 142 saham melemah, dan 212 saham stagnan. Kapitalisasi pasar IHSG mencapai Rp16.358 triliun.
: Rekomendasi Saham dan Pergerakan IHSG Hari Ini 8 Januari 2026
Saham afiliasi Garibaldi ‘Boy’ Thohir PT Alamtri Resources Indonesia Tbk. (ADRO) menjadi salah satu saham yang melesat tinggi pagi ini. Saham ADRO naik 8,96% ke level Rp2.190 per saham.
Lalu saham PT Timah Tbk. (TINS) juga menguat pagi ini dengan naik 2,83% ke level Rp3.630 per saham. Demikian juga saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) yang menguat 0,54% ke level Rp3.720 per saham.
: : Saham ANTM, ASII hingga BBCA, Jadi Incaran Asing saat IHSG Kinclong
Di sisi lain, sejumlah saham terjun ke zona merah seperti saham BUMI yang turun 0,88% ke level Rp448, saham ANTM turun 2,08% ke level Rp3.770 per saham, dan saham BRPT melemah 0,66% ke level Rp3.030 per saham.
Tim Riset Phintraco Sekuritas menjelaskan secara teknikal, histogram positif MACD berlanjut menguat. Momentum beli mulai melemah dan Stochastic RSI di area overbought.
: : Rekomendasi Saham dan Pergerakan IHSG Hari Ini 7 Januari 2026
“Sehingga perlu diwaspadai potensi terjadinya aksi profit taking, terutama jika ketegangan geopolitik global kembali memanas. IHSG diperkirakan bergerak di area support 8.850-8.900 dan resistance di 8.970-9.000,” kata Phintraco Sekuritas, Kamis (8/1/2026).
Sentimen datang dari pemerintah yang akan memangkas target produksi mineral dan batu bara yang tercantum dalam RKAB tahun 2026. Hal ini dilakukan sebagai upaya untuk mengendalikan keseimbangan supply dan demand sehingga diharapkan dapat memulihkan harga mineral dan batu bara yang mengalami penurunan pada tahun lalu akibat kelebihan pasokan.
Kebijakan ini diharapkan akan berdampak positif terhadap saham terkait.
Sementara itu, Presiden Prabowo mengumumkan keberhasilan Indonesia mencapai swasembada beras dalam waktu satu tahun (7/1/2026), serta berencana merealisasikan swasembada untuk komoditas pangan lainnya secara berturut-turut setiap tahun. Hal ini sejalan dengan program ketahanan pangan yang menjadi salah satu prioritas pemerintah.
Investor akan menantikan data cadangan devisa Indonesia bulan Desember 2025 (8/1/2026). Dari Jepang (8/1/2026), akan dirilis data consumer confidence bulan Desember yang diperkirakan membaik. Dari Euro Area dijadwalkan akan dirilis sejumlah data ekonomi (8/1/2026), seperti economic sentiment, tingkat pengangguran dan consumer confidence.
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.