IHSG dibuka menguat 0,37% ke 8.958, saham BBCA, TLKM & ASII kompak di zona hijau

Ussindonesia.co.id , JAKARTA — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat 0,37% ke level 8.958,65 pada perdagangan hari ini, Jumat (9/1/2026). Sejumlah saham big caps seperti BBCA, TLKM hingga ASII terpantau kompak melaju di zona hijau pagi ini.

Data RTI Business pukul 09.01 WIB menunjukkan, IHSG naik 0,37% atau 33,18 poin ke level 8.958,65 pada awal sesi perdagangan. Rentang pergerakan IHSG berada di antara 8.952 hingga 8.981.

Total perdagangan saham mencapai 1,49 miliar lembar dengan nilai transaksi mencapai Rp830,43 miliar dan frekuensi sebanyak 125.045 kali. Tercatat 342 saham menguat, 114 saham melemah, dan 211 saham stagnan. Kapitalisasi pasar atau market cap Bursa tercatat mencapai Rp16.376 triliun.

: IHSG Berpeluang Tembus Level 9.000 Hari Ini, Cermati Saham CDIA, MINA hingga TLKM

Dari jajaran emiten big caps, saham BBCA terpantau menguat 0,62% atau 50 poin ke level harga Rp8.100 per lembar. Saham TLKM juga naik 0,28% atau 10 poin ke posisi Rp3.540 per lembar. Saham ASII juga terpantau menguat 0,71% atau 50 poin ke level Rp7.050 per lembar.

Sementara itu, saham ADRO terpantau turun 0,49% ke posisi Rp2.020 per lembar, saham BRPT juga terkoreksi 1,94% menuju level Rp3.150 per lembar.

: : IHSG Terus Cetak ATH, Sektor Transportasi hingga Energi Berpeluang Jadi Penopang

Adapun, penghuni top gainers pagi ini dihuni oleh SOHO yang melejit 25% atau 330 poin ke level harga Rp1.650 per lembar. Saham SOTS juga melonjak 24,64% atau 510 poin ke posisi Rp2.580 per lembar. Tak ketinggalan saham RLCO juga terbang 23,99% atau 770 poin ke level harga Rp3.980 per lembar.

Sebelumnya, Tim Analis MNC Sekuritas memproyeksikan IHSG akan berbalik menguat hari ini setelah indeks komposit parkir di zona merah dengan melemah 0,22% ke level 8.925 pada penutupan perdagangan Kamis (8/1/2026) setelah sempat menyentuh level all time high (ATH) secara intraday di posisi 9.002.

: : IHSG Ditutup Koreksi 0,22% Usai Tembus 9.000, Big Caps DSSA hingga UNVR Tetap Melaju

Menurutnya, Pelemahan tersebut terjadi seiring dominasi tekanan jual, di mana area penguatan terdekat yang sebelumnya diproyeksikan telah tercapai.

Saat ini, posisi IHSG diperkirakan berada pada bagian wave (v) dari wave [iii], sehingga peluang penguatan lanjutan masih dapat dicermati pada rentang 9.030–9.077.

“Namun, waspadai akan adanya koreksi yang diperkirakan menguji 8.843–8.904,” tulis Tim MNC Sekuritas dalam risetnya, Jumat (9/1/2026).

Untuk perdagangan hari ini, level support IHSG diperkirakan berada di kisaran 8.916–8.776, sementara level resistance berada di rentang 8.996–9.030. Adapun saham-saham yang direkomendasikan MNC Sekuritas antara lain CDIA, MINA, ULTJ, hingga TLKM.

Sementara itu, Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus, mengatakan bahwa IHSG untuk mencapai level penutupan 9.000 hanya tinggal menunggu waktu. Dalam perdagangan intraday Kamis (8/1), indeks komposit bahkan sempat menyentuh level tersebut, meskipun akhirnya ditutup terkoreksi 0,22% ke 8.925,48.

“Semua membutuhkan waktu, tidak ada suatu saham yang terus mengalami kenaikan, karena pasti akan ada titik jenuh. Oleh sebab itu, dibutuhkan koreksi sebelum mengalami kenaikan kembali,” ujar Nico kepada Bisnis, Kamis (8/1/2026).

Nico menilai sentimen pasar saat ini masih cukup kuat untuk menopang laju IHSG, meskipun di sisi lain terdapat gejolak volatilitas akibat tensi geopolitik. Seiring peluang IHSG menembus level psikologis baru di 9.000, ia menilai terdapat sejumlah sektor yang berpotensi mencatatkan penguatan.

“Sejauh ini sektor yang masih berpeluang menguat adalah transportasi, industri, basic materials, properti dan energi. Ini setidaknya untuk bulan Januari. Sebaliknya, yang berpotensi mengalami penurunan adalah teknologi, finance, dan healthcare,” kata Nico.

______

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.