IHSG dibuka menguat sentuh 7.671, saham BBCA, BUMI & TLKM kompak melaju hijau

Ussindonesia.co.id , JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat pada pembukaan perdagangan hari ini, Senin (20/4/2026). Sejumlah saham seperti BBCA, BUMI, hingga TLKM naik ke zona hijau.

Berdasarkan data RTI Infokom, pada pukul 09.00 WIB, IHSG dibuka di posisi 7.663,39. IHSG lalu bergerak pada rentang 7.655-7.671.

Tercatat, 310 saham menguat, 133 saham melemah, dan 254 saham bergerak di tempat. Kapitalisasi pasar IHSG terpantau naik menjadi Rp13.697 triliun.

Saham PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) menjadi salah satu saham yang menguat pagi ini, dengan naik 0,78% ke level Rp6.475 per saham.

Saham lainnya yang juga menguat adalah saham milik Grup Bakrie, PT Bumi Resources Tbk. (BUMI) yang naik 0,81% ke level Rp250 per saham.

Saham TLKM juga menguat 1,94% ke level Rp3.160, lalu saham ESSA naik 2,60% ke level Rp790, dan saham PTRO menguat 1,21% pagi ini ke level Rp6.275 per saham.

Equity Analyst Indo Premier Sekuritas Imam Gunadi menuturkan untuk pekan 20-24 April 2026, Imam melihat IHSG masih bergerak dalam fase konsolidasi dengan kecenderungan sideways cenderung volatile di tengah dominasi sentimen geopolitik dan belum kembalinya aliran dana asing secara konsisten.

Secara teknikal, menurutnya area 7.773 menjadi resistance terdekat yang cukup krusial, jika berhasil ditembus bisa membuka ruang kenaikan lanjutan. Namun selama masih tertahan, potensi pullback tetap perlu diwaspadai.

Sementara itu, level 7.308 menjadi support penting yang akan menjadi penopang apabila terjadi tekanan, terutama jika ada sentimen negatif dari global.

: : Top Leaders Sepekan: Saham Konglomerat BREN, BNBR Cs Jadi Penggerak IHSG

“Jadi secara keseluruhan, pergerakan IHSG kemungkinan masih akan berada dalam range tersebut, dengan market yang cenderung reaktif terhadap perkembangan eksternal,” ujar Imam.

Bank Central Asia Tbk. – TradingView

_______

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.