
Ussindonesia.co.id , JAKARTA – Indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup menguat pada perdagangan hari ini, Selasa (10/3/2026). Saham big caps yang menguat dan menopang laju indeks komposit antara lain ada BBCA, ASII, sampai DSSA.
Melansir IDX Mobile, IHSG menguat 1,41% ke 7.440,91. Sebanyak 556 saham ditutup menguat, 203 saham ditutup melemah dan 199 saham stagnan tak berubah. Hari ini pasar mencatat transaksi 33,40 miliar saham dengan nilai Rp18,88 triliun. Kapitalisasi pasar IHSG naik menjadi Rp13.311 triliun.
Indeks hari ini mampu rebound pasca ditutup melemah pada perdagangan sebelumnya. Meski begitu, level indeks saat ini masih mencerminkan koreksi 7,18% dalam sepekan terakhir, atau 14,05% dalam tiga bulan terakhir.
: IHSG Hari Ini (10/3) Dibuka Rebound ke Zona Hijau, Saham PTRO, ANTM, hingga TINS Menguat
Saham big caps penggerak utama IHSG yang menguat hari ini antara lain adalah saham PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) naik 1,45% ke Rp6.975, saham PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. (DSSA) naik 5,94% ke Rp77.550, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) menguat 1,87% ke Rp4.910, serta PT Astra International Tbk. (ASII) ditutup naik 2,56% ke Rp6.000.
Di sisi lain, saham big caps yang melemah hari ini antara lain adalah PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) turun 4,52% ke Rp2.960, saham PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) turun 0,70% ke Rp4.260, serta saham PT Adaro Andalan Indonesia Tbk. (AADI) ditutup koreksi 0,72% ke Rp10.375.
: : Deretan Saham Diskon di Tengah Pelemahan IHSG, Ada AKRA sampai BMRI
Pada sesi I perdagangan IHSG menguat 0,71% ke 7.389. Tim riset Phintraco Sekuritas menjelaskan bahwa secara teknikal, pembentukan histogram negatif pada MACD masih berlanjut, sementara indikator Stochastic RSI berada pada oversold area. Dari hasil sesi I tersebut sekuritas memperkirakan IHSG berpotensi bergerak dalam rentang level 7.375-7.400 pada akhir sesi perdagangan.
Sementara itu, dari sisi sentimen pasar, IHSG bergerak beriringan dengan perkembangan konflik Amerika Serikat (AS)-Iran. Penutupan Selat Hormuz membuat para produsen minyak di Timur Tengah mengurangi produksinya karena kekurangan tempat penyimpanan minyaknya sebab tidak dapat mengirimkan produksinya ke pelanggan.
: : IHSG Hari Ini (10/3) Diproyeksi Rebound, Cek Saham UNTR, MAPI, hingga LSIP
“Akibatnya harga minyak mentah meningkat tajam di atas level US$100 per barel, yang menimbulkan kekhawatiran akan potensi inflasi dan perlambatan ekonomi global,” tulis sekuritas, Selasa (10/3/2026).
Dengan koreksi harga minyak mentah, IHSG diperkirakan berpotensi mengalami technical rebound dan berpeluang menguji resistance di 7.400-7.480.
Sentimen lain adalah sejumlah data ekonomi yang telah dirilis pemerintah. Indeks keyakinan konsumen turun di level 125,2 pada Februari 2025 dari 127 pada Januari 2026. Penurunan ini seiring dengan melemahnya prospek ekonomi, ekspektasi pendapatan untuk enam bulan ke depan, serta ekspektasi ketersediaan lapangan kerja selama enam bulan ke depan.
Sementara itu, data penjualan sepeda motor di pasar domestik tumbuh 1% YoY mencapai level tertinggi dalam empat bulan terakhir di 587.354 pada bulan Februari 2026, setelah membukukan kenaikan 3,1% YoY di Januari 2026. Untuk periode Januari-Februari 2026, penjualan sepeda motor tumbuh 2,1% YoY dari periode sama tahun lalu.
Dari luar negeri, inflasi China meningkat 1,3% YoY di Februari 2026 dari 0,2% di Januari 2026, membukukan kenaikan tertinggi sejak Januari 2023 serta di atas ekspektasi yang sebesar 0,8%.
______
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.