IHSG ditutup tembus level 9.000, ini respon BEI

Ussindonesia.co.id JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Rabu (14/1), berhasil ditutup menembus level 9.000 sekaligus memecahkan rekor all time high (ATH) dengan berakhir di level 9.032,58.  

Sekretaris Perusahaan Bursa Efek Indonesia Kautsar Primadi Nurahmad bilang capaian ini merupakan cerminan kuatnya kepercayaan investor terhadap perekonomian nasional di 2026.  

“Dukungan kebijakan Pemerintah Republik Indonesia dalam menjaga stabilitas ekonomi turut berperan penting dalam menciptakan sentimen positif yang konsisten di pasar,” katanya dalam keterangan resmi, Rabu (14/1). 

Sentimen Daya Beli Bayangi Kinerja MAPI dan MAPA, Intip Rekomendasi Sahamnya

Tak hanya itu, kata Kautsar, sinergi antara Self-Regulatory Organization (SRO) dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) serta seluruh pemangku kepentingan turut mendorong penguatan ekosistem pasar modal Indonesia. 

Sepanjang 2025, pasar modal Indonesia mencatatkan berbagai rekor tertinggi. Antara lain, jumlah investor pasar modal yang mencapai 20,3 juta Single Investor Identification (SID). 

Kemudian pencatatan 26 saham baru dengan total dana yang dihimpun melalui Initial Public Offering (IPO) sebesar Rp 18,1 triliun, dengan enam di antaranya merupakan Lighthouse IPO. 

Ativitas perdagangan pada 2025 juga menunjukkan tren yang kuat. Di mana, IHSG ditutup menguat 22,10% pada level 8.644,26 pada 29 Desember 2025 dan mencatatkan rekor ATH sebanyak 24 kali. 

Kautsar bilang pencapaian itu menegaskan posisi pasar modal Indonesia yang semakin resilien dan berdaya saing global, sekaligus memperkuat peran BEI dalam mendukung pertumbuhan ekonomi secara berkelanjutan. 

“BEI bersama SRO dan seluruh pemangku kepentingan serta dengan dukungan OJK berupaya untuk terus memperkuat infrastruktur pasar modal, serta meningkatkan literasi dan inklusi keuangan masyarakat,” katanya. 

IHSG Berpotensi Menguat Usai Cetak Rekor, Cek Saham Pilihan Analis, Kamis (15/1)