
Ussindonesia.co.id , JAKARTA — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah ke 6.858,89 pada Selasa (12/5/2026). Penurunan indeks komposit diseret oleh koreksi sejumlah big caps, antara lain BREN, BYAN, hingga ASII.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG ditutup melemah sebesar 0,87% atau 46,70 poin menuju 6.858,89. Indeks komposit hari ini dibuka pada level 6.949,84 dan sempat menyentuh posisi tertingginya di 6.977,28.
Tercatat, sebanyak 207 saham menguat, 463 saham turun, dan 151 saham stagnan. Sementara itu, kapitalisasi pasar mencapai Rp12.171 triliun.
Dari jajaran big caps, kenaikan hanya dicatatkan saham PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. (DSSA) sebesar 2,64% ke Rp1.165 dan saham PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) tumbuh 2,36% menjadi Rp3.910 per saham.
: Rupiah Ditutup Melemah Sentuh Rp17.529, Sentimen Global dan MSCI Tekan Pasar
Adapun penurunan terdalam di jajaran big caps ditorehkan saham PT Barito Renewables Energy Tbk. (BREN) sebesar 4,75% menjadi Rp3.610 per saham.
Penurunan itu kemudian diikuti saham PT Bayan Resources Tbk. (BYAN) yang turun 3,80% ke level Rp11.400 per saham, lalu diikuti PT Astra International Tbk. (ASII) yang mencatat pelemahan 3,31% menjadi Rp5.850.
Sementara itu, saham top gainers hari ini dihuni oleh PT Nusantara Almazia Tbk. (NZIA) yang melonjak 30,82% ke Rp191, sementara PT Krida Jaringan Nusantara Tbk. (KJEN) tumbuh 24% menjadi Rp155 per saham.
Adapun posisi top losers ditempati PT UBC Medical Indonesia Tbk. (LABS) yang turun sebesar 14,81% menjadi Rp184, dan PT Pyridam Farma Tbk. (PYFA) membukukan kontraksi 14,74% menuju level Rp324 per saham.
Sebelumnya, IHSG ditutup melemah 1,43% atau turun ke level 6.807 pada siang ini. Sejak pembukaan perdagangan, indeks terus bergerak di bawah tekanan seiring aksi jual yang melanda sejumlah saham berkapitalisasi pasar jumbo.
Riset Mirae Asset Sekuritas Indonesia mencatat sejumlah saham kelas berat menjadi beban utama. Saham emiten telekomunikasi PT Mora Telematika Indonesia Tbk. (MORA) anjlok 15,0%, disusul emiten milik konglomerat Prajogo Pangestu, PT Barito Renewables Energy Tbk. (BREN) yang terkoreksi 3,7%.
Tekanan terhadap indeks juga diperberat oleh pelemahan saham blue chip lainnya. PT Astra International Tbk. (ASII) turun 2,06% dan PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) melemah 1,2% pada penutupan sesi pertama.
Dari sisi sektoral, hampir seluruh indeks sektoral terjebak di zona merah. Sektor industri dan infrastruktur menjadi dua sektor dengan koreksi terdalam.
“Hanya ada indeks saham transportasi yang positif, sementara indeks industrial dan infrastruktur menjadi dua indeks sektoral yang memimpin pelemahan,” tulis publikasi riset harian Mirae Asset Sekuritas, Selasa (12/5/2026).
Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab atas kerugian atau keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.