
Ussindonesia.co.id – , JAKARTA — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat ke level 8.752,47 pada perdagangan hari ini, Senin (5/1/2026). Sejumlah saham seperti PT Bumi Resources Tbk. (BUMI) hingga PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk. (INET) kinclong.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG dibuka di posisi 8.778,73 pada perdagangan hari ini. IHSG menguat 0,05% menuju ke posisi 8.752,47 pada pukul 09.05 WIB.
Pada awal perdagangan, IHSG bergerak di rentang terbawah 8.732,32 dan tertinggi 8.788,90. Adapun, kapitalisasi pasar alias market cap saat pembukaan mencapai Rp15.997 triliun.
: Rights Issue Dimulai, Harga Teoritis Saham INET Ditetapkan
Pada pembukaan perdagangan hari ini, deretan saham dengan nilai transaksi saham tinggi di pasar dibuka menguat. Harga saham BUMI misalnya menguat 2,38% pada pembukaan perdagangan.
Saham PT Bumi Resources Minerals Tbk. (BUMI) pun menguat 8,05% dan PT Darma Henwa Tbk. (DEWA) naik 2%. Selain itu, INET menanjak 19,7% serta saham PT Buana Lintas Lautan Tbk. (BULL) melonjak 8,91%.
: : Saham MEDC, BUMI, dan ANTM Bawa Indeks Bisnis-27 Dibuka Menguat
Darma Henwa Tbk – TradingView
Pada perdagangan sebelumnya, Jumat (2/1/2026), IHSG mencatatkan penguatan sebesar 1,17% ke level 8.748,13.
Tim Riset Phintraco Sekuritas memproyeksikan IHSG akan menghadapi tekanan seiring dengan adanya ketegangan geopolitik global antara AS dan Venezuela.
: : Grafik Pergerakan IHSG Hari Ini Senin, 5 Januari 2026
“Dikhawatirkan investor akan menghindari aset yang berisiko dan beralih ke instrumen investasi yang lebih aman seperti dolar AS dan emas,” tulis Tim Riset Phintraco Sekuritas pada Senin (5/1/2026).
IHSG berpotensi terimbas sentimen negatif jika terjadi tekanan jual dari investor asing. Namun jika terjadi kenaikan harga minyak mentah dan emas, diperkirakan akan mendorong kenaikan harga saham sektor energi dan komoditas terkait.
Selain itu, investor juga akan mencermati sejumlah data ekonomi dari AS, seperti data tenaga kerja, manufaktur dan Michigan consumer confidence. Data inflasi, trade balance, cadangan devisa dan consumer confidence pun akan dirilis pekan ini.
Sebelumnya diberitakan, Presiden Venezuela Nicolas Maduro ditangkap oleh AS pada Sabtu (3/1/2026). Selain penangkapan, AS juga melancarkan serangan militer skala besar terhadap Venezuela. Lebih dari 150 pesawat militer AS dikerahkan setelah pertahanan udara Venezuela berhasil dilumpuhkan. Kemudian, Unit Delta Force Angkatan Darat AS dikirim ke pangkalan militer tempat Maduro bermalam.
Menurut laporan Bloomberg, pasukan komando AS hanya membutuhkan waktu kurang dari tiga jam untuk mengakhiri kekuasaan Maduro, yang selama bertahun-tahun bertahan di tengah tekanan Washington.
Di sisi lain, Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas (IPOT), Hari Rachmansyah menilai pada perdagangan pekan ini, 5-9 Januari 2026, IHSG diproyeksikan masih berpotensi melanjutkan penguatan dengan dukungan January Effect, berlanjutnya akumulasi investor asing, serta rilis data ekonomi domestik yang berpotensi memberikan sentimen positif bagi pasar.
IHSG pun diproyeksikan masih mampu mencetak rekor-rekor tertinggi sepanjang sejarah (all time high/ATH) baru. Pada 2025, IHSG telah mencatatkan 24 kali ATH. Rekor ATH terbaru dicapai pada 8 Desember 2025 di level 8.711.
Menurutnya, dari dalam negeri, terdapat beberapa indikator penting yang akan dirilis meliputi data neraca dagang, inflasi, serta Consumer Confidence Index. Konsensus pasar memperkirakan neraca dagang tetap solid dan inflasi berada dalam level terkendali.
Kondisi tersebut diharapkan dapat memperkuat sentimen positif pasar, mencerminkan stabilitas makroekonomi dan daya beli masyarakat yang tetap terjaga.
—
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.