
Ussindonesia.co.id JAKARTA – Indeks harga saham gabungan (IHSG) diprediksi bakal bergerak terbatas pada perdagangan hari ini, Jumat (6/3/2026). Sejumlah saham seperti TAPG, PSKT, atau ESSA menjadi rekomendasi BRI Danareksa Sekuritas pada perdagangan akhir pekan.
Analis BRI Danareksa Sekuritas Reza Diofanda, menerangkan kendati pada perdagangan kemarin, IHSG ditutup menguat 1,76% ke level 7.710, tetapi penguatannya hanya bersifat technical rebound. Artinya, masih terdapat peluang Indeks menguji support selanjutnya, lantaran investor masih mencermati dinamika geopolitik di Iran.
”Secara teknikal, IHSG diperkirakan bergerak terbatas dengan support 7.500–7.575 dan resistance 7.855–8.000. Pelaku pasar juga menunggu rilis data penting seperti cadangan devisa Indonesia, serta data ekonomi AS seperti Non-Farm Payrolls, Retail Sales, dan tingkat pengangguran yang dapat memberi petunjuk arah kebijakan moneter,” kata Reza dalam riset hariannya, Jumat (6/3/2026).
Saham PT Triputra Agro Persada Tbk. (TAPG) masuk sebagai rekomendasi pertama dengan area beli pada level Rp1.600—Rp1.650, target harga Rp1.745—Rp1.840, dan stop loss pada area kurang dari Rp1.550 per saham.
Secara teknikal, pergerakkan saham TAPG mengalami retrace dengan rebound dari posisi MA200 dan menembus resistance terdekat pada level Rp1.590. Reza menilai, selama berada di atas level tersebut, peluang penguatannya terbuka.
: Nilai Tukar Rupiah Terhadap Dolar AS Hari Ini Jumat, 6 Maret 2026
”Sentimen tambahannya adalah harga futures minyak sawit Malaysia naik ke level tertinggi satu bulan di atas 4.200 ringgit Malaysia per ton, didorong oleh penguatan harga soy oil di Chicago dan kenaikan harga energi akibat ketegangan di Timur Tengah,” katanya.
Selain itu, Reza turut merekomendasikan saham PT Red Planet Indonesia Tbk. (PSKT) pada level beli Rp272—Rp278, target harga Rp288—Rp298, dan stop loss pada area kurang dari Rp270.
Secara teknikal, pergerakkan saham PSKT berhasil menguat menembus level resistance pada Rp272. Dengan begitu, PSKT disebut akan menguji level resistance baru sebagai target harga.
Analis juga merekomendasikan saham PT ESSA Industries Indonesia Tbk. (ESSA) dengan area beli pada level Rp760—Rp780, target harga Rp795—Rp810, dan stop loss pada area kurang dari Rp740. Reza menyebut, selama sepekan, investor asing mencatatkan net foreign buy senilai Rp97,5 miliar di ESSA.
Sementara secara teknikal, ESSA telah berhasil pullback dan menguat dari level support Rp715—Rp740, sehingga potensi penguatan lanjutan masih terbuka.
Terakhir, analis merekomendasikan sell saham PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk. (CPIN) dengan support selanjutnya pada level Rp3.450 per saham. Selama sepekan, saham CPIN membukukan net sell senilai Rp62 miliar.
”Pergerakan saham CPIN masih dalam tren yang bearish dengan lonjakan volume penjualan yang meningkat. Setelah kembali breakdown dari level support Rp3.890, ada potensi lanjutan pelemahan hingga support selanjutnya pada Rp3.450,” katanya.
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.