IHSG melemah 6,94% dalam sepekan, cek proyeksinya untuk perdagangan Senin (2/2/2026)

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 97,40 poin atau 1,18% ke 8.329,60 pada akhir perdagangan Jumat (30/1/2026). Meski begitu, pergerakan IHSG melemah sebesar 6,94% dalam sepekan.

Sementara itu, asing tercatat melakukan aksi jual bersih sebesar Rp 1,53 triliun. Di mana dalam sepekan asing net sell sekitar Rp 13,92 triliun. 

Kepala Riset Surya Fajar Sekuritas, Raphon Prima memprediksi IHSG bergerak di kisaran level support 7.500 dan resistance 8.400 di perdagangan Senin (2/2/2026). 

Harga Emas Rentan Turun Pada Pekan Depan, Tapi Peluang Rebound Masih Ada

“Pelaku pasar bakal mencermati sentimen soal kebijakan lanjutan yang akan diambil oleh otoritas terkait dengan perbaikan aturan main pasar yang dikeluhkan oleh Morgan Stanley Capital International (MSCI),” kata Raphon kepada Kontan, Jumat (30/1/2026).

Sementara itu,  Head of Retail Research MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana berpendapat  IHSG berpeluang menguat dengan support 8.094 dan resistance 8.498, 

“Kami memperkirakan sentimen MSCI dan downgrade masih membayangi namun demikian ada peluang IHSG melanjutkan technical rebound-nya,” ucap Herditya kepada Kontan, Jumat (2/2/2026).

Simak Proyeksi IHSG untuk Perdagangan Senin (2/2) dan Rekomendasi Sahamnya

Untuk saham, Herditya menyarankan untuk mencermati saham PT Astra International Tbk (ASII) di level Rp 6.600-Rp 6.800, PT Daaz Bara Lestari Tbk (DAAZ) pada target harga Rp 3.900-Rp 4.340 dan PT Surya Esa Perkasa Tbk (ESSA) dengan target Rp 710-Rp 750.

Raphon juga menyarankan investor untuk mencermati sejumlah saham untuk pekan depan, antara lain saham Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) dengan target harga di Rp 800, saham PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) di Rp 2.400 dan PT Bukit Asam Tbk (PTBA) dengan target harga di Rp 2.650 per saham.