IHSG sepekan melemah 1,37%, dana asing menguap Rp3,25 triliun

Ussindonesia.co.id JAKARTA – Indeks harga saham gabungan (IHSG) dalam sepekan, 19-23 Januari 2026, mengalami koreksi yang dibarengi dengan aksi jual besar-besaran investor asing.

Melansir statistik Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG dalam periode sepekan ini turun 1,37% dari 9.075,40 menjadi 8.951,01. Indeks komposit tak mampu mempertahankan tren positif usai mencapai level tertinggi baru (ATH) pada penutupan Selasa (20/1/2026).

Usai menyentuh level ATH baru di 9.134 itu, IHSG dalam tiga hari perdagangan berikutnya berturut-turut parkir di zona merah. Pada perdagangan Jumat (23/1/2026), indeks komposit ditutup merosot 0,46% atau 41,17 poin.

Dalam rentang 19-23 Januari 2026 ini, tercatat net sell asing sebesar Rp3,25 triliun. Pasar saham pekan ini dilanda aksi jual asing, berbeda dengan pekan sebelumnya yang mencatat net buy asing sebesar Rp4,20 triliun.

: MSCI Perketat Aturan Pemilihan Saham, Pasar Modal RI Diramal Bergejolak

Aksi jual yang dilakukan investor asing dalam pekan ini juga membuat persentase nilai transaksi pasar saham oleh investor luar negeri meningkat menjadi 32% dibanding 27% pada pekan sebelumnya.

Sementara itu, rata-rata harian volume transaksi di pekan 19-23 Januari 2026 meningkat 9,32% dari 60,12 miliar menjadi 65,73 miliar saham. Rata-rata harian nilai transaksi juga tumbuh 3,59% dari Rp32,67 triliun menjadi Rp33,85 triliun. 

Sejalan dengan pelemahan indeks, market cap IHSG pekan ini merosot 1,62% dari Rp16.512 triliun menjadi Rp16.244 triliun. Sejumlah saham dengan kapitalisasi pasar besar yang melemah dan menjadi pemberat utama (top laggards) laju IHSG sepekan adalah PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) yang turun 5,26% dengan kontribusi pemberat 40,27 poin.

Berikutnya, ada saham PT Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN) yang terpangkas 10,28% dengan kontribusi pemberat 25,03 poin, serta saham PT Petrosea Tbk. (PTRO) yang turun 28,88% dengan kontribusi pemberat 23,20 poin.

Sebaliknya, saham berkapitalisasi pasar besar yang menguat dan menahan IHSG tak jatuh lebih dalam adalah saham PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) yang naik 3,01% dengan kontribusi ke IHSG sebesar 11,57 poin, disusul saham PT Nusantara Sawit Sejahtera Tbk. (NSSS) yang menguat 45,6% dengan kontribusi sebesar 10,63 poin, serta saham PT Mora Telematika Indonesia Tbk. (MORA) yang naik 8,5% dengan kontribusi 9,49 poin ke IHSG.

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.