
Ussindonesia.co.id JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terkoreksi 1,37% pada perdagangan sesi pertama Senin (16/3/2026) ke level 7.039,41, mengikuti pelemahan bursa regional yang dibayangi memanasnya konflik Timur Tengah.
Dari total 819 saham yang diperdagangkan, 537 saham turun, 166 saham naik, dan 116 saham stagnan, dengan volume perdagangan mencapai 18,9 miliar saham senilai Rp 8,2 triliun.
Merdeka Battery Materials (MBMA) Bakal Gelar Buyback Saham Rp 1,7 Triliun
Tujuh indeks sektoral menekan IHSG pagi ini, dengan penurunan terdalam terjadi pada sektor dasar (IDX-Basic) 2,02%, energi (IDX-Energy) 1,75%, dan energi tambahan (IDX-Energy) 1,12%.
Saham-saham LQ45 yang melemah paling tajam meliputi:
- PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) turun 7,40% ke Rp 61.975
- PT Barito Pacific Tbk (BRPT) turun 6,20% ke Rp 1.285
- PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) turun 5,86% ke Rp 4.660
Sementara itu, saham LQ45 yang menguat di sesi pagi antara lain:
- PT Surya Citra Media Tbk (SCMA) naik 7,81% ke Rp 276
- PT Charoen Pokphand Tbk (CPIN) naik 3,33% ke Rp 3.720
- PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) naik 2,36% ke Rp 4.340
Raharja Energi Cepu (RATU) Bakal Terbitkan Obligasi dan Sukuk Senilai Rp 800 Miliar
DSSA Chart by TradingView
Pelemahan IHSG sejalan dengan pasar saham Asia-Pasifik yang juga jatuh, seiring investor menilai dampak harga minyak tinggi dan ketegangan konflik antara Amerika Serikat dan Iran.
Harga minyak mentah AS sempat menembus US$ 100 per barel karena ancaman serangan militer terhadap Pulau Kharg, yang menjadi jalur strategis minyak Iran.
Minyak AS diperdagangkan flat di US$ 98,7 per barel, sementara Brent naik 0,48% menjadi US$ 103,7 per barel.
Goldman Sachs memperingatkan lonjakan harga energi akibat perang dapat menekan pertumbuhan ekonomi global sekitar 0,3% dalam setahun dan mendorong inflasi utama naik 0,5%–0,6%.
Tekanan inflasi juga meningkat dari harga gas alam, terutama jika Selat Hormuz tetap ditutup.
Rekomendasi Saham Emiten Hotel dan Resor Jelang Libur Lebaran 2026
Di regional, indeks Hang Seng Hong Kong turun 0,3%, CSI 300 Tiongkok melemah 0,31%, meski data ekonomi Tiongkok menunjukkan pertumbuhan ritel 2,8% dan produksi industri 6,3%, lebih tinggi dari ekspektasi.
Pasar saham Jepang juga tertekan, dengan Nikkei 225 turun 1,07% dan Topix melemah 0,98%, sementara Kospi Korea stabil dan Kosdaq turun 1,72%. Indeks S&P/ASX 200 Australia turun 0,44%.