Imbas trading halt, perdagangan dibekukan 30 menit! Cek jam pembukaan IHSG

Ussindonesia.co.id  JAKARTA. PT Bursa Efek Indonesia (BEI) membukukan sementara perdagangan alias trading pukul 13:43:13 waktu Jakarta Automated Trading System (JATS) pada Rabu (28/1/2026) pasca pengumuman MSCI. 

Sekretaris Perusahaan Bursa Efek Indonesia Kautsar Primadi menyampaikan perdagangan akan dilanjutkan pada pukul 14:13:13 waktu JATS tanpa ada perubahan jadwal perdagangan.

Trading halt ini terjadi merupakan imbas dari anjloknya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Pada intraday perdagangan Rabu (28/1/2026), IHSG anjlok 8% atau turun 718,441 poin ke level 8.261,78. 

IHSG Anjlok 8%, BEI Lakukan Trading Halt

Terpantau, 28 saham yang berhasil menguat. Sebanyak 768 saham turun dan 8 saham stagnan Nilai transaksi di pasar saham Tanah Air ini mencapai Rp 31,92 triliun dengan market cap mencapai Rp 14.985,42 triliun.

“BEI melakukan upaya ini dalam rangka menjaga perdagangan saham agar senantiasa teratur, wajar, dan efisien sesuai dengan Peraturan Nomor II-A,” tulisnya dalam keterangan resmi, Rabu (28/1/2026).

Seperti diketahui, MSCI mengumumkan untuk menerapkan perlakuan sementara terhadap pasar Indonesia dengan membekukan sejumlah perubahan dalam evaluasi indeks, efektif mulai rebalancing Februari 2026. 

MSCI akan membekukan seluruh kenaikan Foreign Inclusion Factor (FIF) dan Number of Shares (NOS), serta tidak mengimplementasikan penambahan saham baru ke dalam MSCI Investable Market Indexes (IMI).

Selain itu, MSCI juga meniadakan kenaikan segmen ukuran indeks, termasuk migrasi saham dari Small Cap ke Standard. Hal ini diterapkan untuk memitigasi risiko turnover indeks dan risiko investabilitas. 

“Sekaligus memberikan waktu bagi otoritas pasar terkait untuk menghadirkan peningkatan transparansi yang lebih bermakna,” tulis pengumuman MSCI yang dirilis pada Selasa (27/1/2026) malam. 

IHSG Ambruk 7,34% ke 8.321 Sesi I, Top Losers LQ45: DSSA, EXCL & BRPT, Rabu (28/1)

Dalam pengumuman terpisah, MSCI menyampaikan langkah untuk mengurangi potensi reverse turnover pada Index Review Mei 2026 yang dapat timbul akibat penerapan metodologi pembulatan free float yang ditingkatkan.