Indeks Bisnis-27 dibuka loyo, saham INCO-ANTM di zona merah

Ussindonesia.co.id , JAKARTA — Indeks Bisnis-27 dibuka parkir di zona merah pada awal perdagangan hari ini, Senin (16/3/2026) seiring dengan koreksi dalam yang dialami sejumlah saham konstituen yakni INCO, NCKL, serta ANTM.

Pada pembukaan pukul 09.00 WIB, Indeks kerja sama dengan harian Bisnis Indonesia ini turun 3,67 basis point atau sebesar 0,76%  ke level 485,25, setelah sebelumnya juga ditutup melemah pada akhir pekan lalu. Mayoritas saham atau sebanyak 19 saham konstituen terpantau di zona merah, 5 saham di zona hijau, dan sisanya 3 saham cenderung stagnan.

Pergerakan pasar saham diperkirakan masih cenderung fluktuatif akibat sentimen global dan dinamika ekonomi domestik.

: Indeks Bisnis-27 Ditutup Melemah Terimpit Saham INCO dan BRPT

Sejumlah saham yang tercatat menjadi pemberat laju pergerakan Indeks Bisnis-27 adalah saham PT Vale Indonesia Tbk. (INCO) terkoreksi sebesar 4,87% ke level Rp5.375, disusul saham PT Trimegah Bangun Persada Tbk. (NCKL) yang anjlok 4,60% ke level Rp1.140, diikuti saham PT Japfa Comfeed Tbk. (JPFA) yang turun 4,44% ke level Rp2.150.

Berikutnya, ada saham PT Aneka Tambang (persero) Tbk. (ANTM) melemah 3,41% ke level Rp3.680, saham PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk. (AMRT) turun 3,08% ke level Rp1.415, serta saham PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk. (INKP) turun 3,05% ke level Rp8.750.

: : Indeks Bisnis-27 Hari Ini (13/3) Dibuka Menguat, Saham ADMR, BBCA, AMRT Melaju

Sisi lain sejumlah saham konstituen yang menjadi penahan penurunan lebih jauh dan cenderung mengalami penguatan adalah PT Bank Negara Indonesia (persero) Tbk. (BBNI) naik tipis 0,71% ke level Rp4.270, disusul saham PT Kalbe Farma Tbk. (KLBF) naik 0,52% ke level Rp970, dan saham PT Indofood Sukses Makmur Tbk. (INDF) menguat 0,42% ke level Rp5.925.

Tim riset Phintacro Sekuritas memperkirakan perkembangan perang di Timur Tengah dan dampaknya terhadap pasar energi masih akan mempengaruhi pergerakan indeks bursa global serta berperan terhadap serangkaian keputusan kebijakan moneter dari para bank sentral.

: : Indeks Bisnis-27 Ditutup Menguat Ditopang Saham ADRO, BMRI dan MEDC Cs

The Fed diperkirakan akan mempertahankan suku bunga acuan di level 3.5%-3.75% (18/3). Investor global juga akan mencermati proyeksi ekonomi Fed terbaru. Investor akan mencari panduan bagaimana Fed memandang risiko inflasi di tengah konflik AS-Iran, serta implikasinya terhadap kebijakan moneter di masa mendatang.Dari domestik, investor sangat menantikan kebijakan apa yang akan ditempuh oleh pemerintah untuk menghadapi kenaikan harga minyak mentah. Presiden Prabowo menyatakan lebih cenderung akan melakukan penghematan dan efisiensi anggaran daripada memperlebar defisit APBN.

Presiden menekankan bahwa pemerintah masih menghadapi masalah kebocoran dan inefisiensi anggaran, sehingga masih memiliki ruang untuk melakukan efisiensi.

RDG BI diperkirakan mempertahankan BI rate di level 4.75% (17/3). Menjelang libur panjang, investor akan cenderung bersikap wait and see. Secara teknikal, diperkirakan IHSG berpotensi menguji level psikologis 7.000.

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.