Investor Darma Henwa (DEWA) lego saham senilai Rp232,4 miliar

Ussindonesia.co.id , JAKARTA – Pemegang saham PT Darma Henwa Tbk. (DEWA) Andhesti Tungkas Pratama melepas 400 juta saham DEWA pada akhir 2025.

Berdasarkan laporan keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), terungkap bahwa Andhesti melepas 400 juta saham DEWA dengan harga Rp581 per saham.

Dengan demikian, transaksi penjualan yang dilaksanakan pada 31 Desember 2025 senilai Rp232,4 miliar. Tujuan transaksi adalah untuk divestasi.

Akibat transaksi tersebut, kepemilikan saham Andhesti Tungkas Pratama menyusut dari 3,8 miliar saham atau 9,35% menjadi 3,4 juta saham atau 8,37%.

Terkait dengan transaksi saham, Darma Henwa telah merealisasikan pembelian kembali saham atau buyback senilai hampir Rp430 miliar hingga awal tahun ini.

Mukson Arif Rosyidi, Direktur & Sekretaris Perusahaan Darma Henwa, menyampaikan transaksi buyback saham yang telah dilaksanakan oleh DEWA.

: IHSG Ditutup Menguat Hari Ini (7/1) Usai Cetak Rekor ATH saat Intraday

DEWA melaporkan telah melaksanakan transaksi buyback saham sebanyak 372.093.023 saham pada 10 Desember 2025. Jumlah itu setara dengan 0,91% dari jumlah saham DEWA yang tercatat di BEI. Transaksi tersebut dilakukan pada harga rata-rata pembelian Rp430 per saham. Dengan demikian total nilainya mencapai Rp159.999.999.890 (Rp159,99 miliar).

DEWA melanjutkan aksi buyback saham pada 6 Januari 2026. Saat itu, DEWA membeli 418.604.651 saham atau 1,03% dari jumlah saham perseroan yang tercatat di BEI.

Kali ini, transaksi buyback saham dilakukan dengan rata-rata nilai pembelian yang lebih tinggi, yaitu Rp645 per saham. Dengan demikian, nilai transaksinya mencapai Rp269.999.999.895 (Rp269,99 miliar).

Apabila diakumulasikan, DEWA telah menggunakan dana sebesar Rp429,99 miliar untuk pelaksanaan buyback saham. Dana itu dipakai untuk pembelian kembali 790,69 juta saham perseroan.

Dengan demikian, DEWA telah menggunakan 45,26% dari alokasi dana buyback saham yang disiapkan sebesar Rp950 miliar. Nilai itu dipangkas dari rencana sebelumnya Rp1,66 triliun.