
Ussindonesia.co.id , JAKARTA- Investor di atas 5% pada masing-masing saham PT Bumi Resources Minerals Tbk. (BRMS) dan PT Merdeka Copper Gold Tbk. (MDKA) terpantau mengurangi kepemilikan.
Mengutip data KSEI per 20 Januari 2025, PT Suwarna Arta Mandiri tercatat melepas sebanyak 2,6 juta lembar saham MDKA. Langkah itu membuat porsi kepemilikan turun menjadi 5,46% atau setara dengan 1,33 miliar lembar dari sebelumnya 1,34 miliar lembar.
Pada saham BRMS ada nama CGS International Sekuritas Indonesia yang mengurangi muatan sebanyak 560,02 juta lembar. Lewat aksi itu, jumlah saham BRMS milik CGS International menjadi sebanyak 7,43 miliar lembar atau setara dengan 5,25% dari sebelumnya 5,65%.
: Kans Pemulihan Laba Merdeka Copper Gold (MDKA) usai Mampu Tekan Rugi Bersih
Dari lantai bursa, saham emiten emas seperti MDKA dan BRMS terpantau terus menguat. Pada penutupan pasar Rabu (21/1), saham MDKA dihargai Rp3.310 per lembar. Dengan harga itu, saham MDKA telah menguat 42,06% sejak awal tahun.
Hampir sama, saham BRMS yang berada pada Rp1.265 terpantau telah naik 7,20% sejak awal tahun 2026. Harga emas yang melonjak menjadi salah satu pemanis bagi emiten emas.
: : Rugi Bersih Merdeka (MDKA) Menipis Kuartal III/2025, Operasional Membaik
Analis Riset MNC Sekuritas Raka Junico mengatakan bahwa harga emas global diproyeksikan memiliki ruang kenaikan signifikan hingga tahun fiskal 2026. Hal ini didorong oleh langkah akumulasi bank sentral dan ekspektasi kebijakan moneter yang lebih longgar dari Federal Reserve atau The Fed.
“Emas berhasil mempertahankan momentum penguatannya yang didorong oleh permintaan struktural jangka panjang, ketidakpastian global, serta bias pelemahan dolar AS,” ujar Raka dalam riset terbarunya.
: : IHSG Cetak ATH Baru ke 9.134, Saham EMAS, BRMS hingga BMRI Moncer
Menurut Raka, katalis utama yang akan menjaga tren bullish ini adalah ketidakpastian makroekonomi yang masih berlangsung. Pasalnya, pasar berekspektasi The Fed akan mengambil sikap yang lebih dovish di masa depan.
“Kami mengantisipasi kemungkinan reaktivasi quantitative easing serta pemotongan suku bunga kumulatif sekitar 75 basis poin oleh The Fed,” ucapnya.
Dalam skenario dasar yang disusun MNC Sekuritas, harga emas diproyeksikan akan bergerak hingga US$4.800 per troy ons pada tahun fiskal 2026. Proyeksi ini mengasumsikan kondisi makro global yang tetap berhati-hati, serta aksi borong emas oleh bank sentral dunia yang terus berada di atas tren normal.
——————
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.