
Ussindonesia.co.id PALEMBANG — Bank Indonesia mengingatkan adanya potensi risiko yang berpeluang mengganggu pergerakan inflasi di Sumatra Selatan (Sumsel) pada awal tahun 2026 ini.
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumsel Bambang Pramono mengungkapkan pada Desember 2025 inflasi tercatat sebesar 0,49% (month to month/mtm) dan 2,91% secara tahunan (year on year/yoy).
Meskipun capaian tersebut masih berada dalam rentang sasaran, tetapi ke depan pihaknya memprakirakan ada sejumlah kondisi yang dapat memberikan dampak pada laju inflasi.
: Inflasi Cirebon Desember 2025 Capai 2,86%, Harga Pangan Jadi Pemicu Utama
“Ke depan, inflasi [Sumsel] diprakirakan tetap terjaga meskipun ada beberapa yang perlu diantisipasi bersama,” ujarnya, Selasa (6/1/2025).
Bambang mengatakan faktor-faktor yang perlu diperhatikan di beberapa bulan ke depan, seperti tren peningkatan konsumsi masyarakat pada peringatan Isra Mi’raj dan periode Tahun Baru Imlek.
: : BPS Catat Inflasi Jakarta 2,63% Sepanjang 2025, Ini Faktor Pemicunya
Kemudian juga potensi munculnya tekanan harga pangan dan hortikultura ditengah curah hujan yang diprakirakan masih tinggi hingga bulan Februari, serta sisa dampak banjir bandang di beberapa wilayah Sumatra yang dapat mengganggu ketersediaan suplai di pasar.
“Sehingga penguatan koordinasi pasokan dan distribusi pangan menjadi sangat penting agar ketersediaan tetap terjaga dan harga terkendali,” tambahnya.
Selain volatile food, instrumen yang juga perlu diantisipasi berasal dari kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya yaitu komoditas emas perhiasan.
Menurutnya, harga emas perhiasan masih berpotensi berada pada level tinggi, akibat dinamika global yang memengaruhi inflasi inti.
Kendati demikian, Bambang mengatakan bahwa laju inflasi diprediksi masih tertahan oleh normalisasi permintaan setelah periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026.
“Laju inflasi diprakirakan ditahan oleh normalisasi permintaan pasca puncak konsumsi di periode liburan akhir tahun. Dan juga ada penurunan harga BBM non subsidi di awal Januari 2026,” pungkasnya.