KDM mau lepas saham Pemprov Jabar di Bandara Kertajati, ini kata Kemenhub

Ussindonesia.co.id JAKARTA — Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memandang perlu kajian secara komprehensif terkait wacana Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat, yakni pengalihan atau pertukaran pengelolaan Bandara Kertajati dengan Bandara Husein Sastranegara Bandung. 

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub Lukman F. Laisa menyampaikan, wacana ini perlu pertimbangan secara matang. 

Mengingat, Bandara Husein Sastranegara (BDO) merupakan landasan milik pangkalan TNI Angkatan Udara (enclave sipil) dan pengelolaannya dilakukan oleh PT Angkasa Pura Indonesia (API).

: KDM Berencana Lepas Saham Pemprov Jabar di Bandara Kertajati (BIJB)

“Maka terkait wacana perubahan pengelolaan tentunya perlu dikaji secara komprehensif dan melibatkan seluruh pemangku kepentingan terkait, sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan,” ujarnya dalam keterangan resmi, Kamis (15/1/2026). 

Sebelumnya, Gubernur Jabar Dedi Mulyadi alias Kang Dedi Mulyadi (KDM) dikabarkan sempat mewacanakan penghentian suplai fiskal ke Bandara Internasional Jawa Barat Kertajati (KJT) karena dinilai membebani APBD.

: : Pemprov Jabar Siapkan Skema Tukar Saham: Lepas Bandara Kertajati, Incar Husein Sastranegara

Terlebih, lalu lintas ke KJT nyatanya tak seramai harapan pemerintah sehingga beban operasional cukup gemuk. 

Pemprov Jabar selanjutnya menyiapkan skema ‘tukar guling’ saham dimana saham mayoritas Pemprov Jabar di BIJB Kertajati akan dilepas kepada pemerintah pusat. Sementara pemprov berharap sahamnya beralih ke BDO. 

: : KDM Akui Operasional Bandara Kertajati Buat APBD Jabar Tekor Tiap Tahun

Lukman menjelaskan, sejatinya Kemenhub memahami beban biaya operasional yang saat ini ditanggung oleh Pemprov Jawa Barat. 

Untuk itu, pihaknya terus melakukan koordinasi dengan para pemangku kepentingan untuk pengembangan Bandara Kertajati, termasuk dengan pemerintah daerah dan operator bandara, serta secara aktif memasarkan Kertajati kepada maskapai penerbangan agar membuka dan mengembangkan rute penerbangan dari dan menuju Kertajati.

Lukman melihat terdapat sejumlah langkah pengembangan Kertajati dalam rangka meningkatkan aktivitas penerbangan dan keberlanjutan operasional bandara. 

“Antara lain, pengembangan Bandara Kertajati sebagai pusat kargo dan logistik, mengingat lokasinya yang strategis dan berdekatan dengan kawasan industri,” lanjutnnya. 

Selain itu, Bandara Kertajati juga memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai pusat pelayanan penerbangan umrah dan haji bagi masyarakat Jawa Barat serta Jawa Tengah bagian barat. 

Bandara ini juga dapat dijadikan pusat Maintenance, Repair, and Overhaul (MRO) untuk perawatan pesawat udara.

Dalam prosesnya, Lukman menegaskan bahwa peran pemerintah daerah menjadi kunci. Khususnya dalam mendorong promosi pariwisata, pengembangan kawasan ekonomi di sekitar bandara, serta peningkatan aksesibilitas transportasi penghubung dari dan menuju bandara. 

“Langkah-langkah tersebut diharapkan dapat menciptakan bangkitan permintaan yang berkelanjutan terhadap layanan penerbangan di Bandar Udara Kertajati,” tuturnya.