Kinerja UNVR diprediksi tumbuh moderat di tahun 2026, ini rekomendasi sahamnya

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) menargetkan percepatan pertumbuhan kinerja pada tahun 2026, melanjutkan tren positif yang telah berhasil dicapai sepanjang 2025 lalu.

Asal tahu saja, UNVR mencatatkan laba sebesar Rp 7,64 triliun pada tahun 2025, melonjak 126,82% secara tahunan (year on year/yoy) dibandingkan laba tahun sebelumnya yang sebesar Rp 3,36 triliun.

Namun, jika kontribusi dari bisnis es krim dan teh Sariwangi dikecualikan, laba bersih UNVR tercatat sekitar Rp 3,53 triliun.

Dari sisi top line, penjualan bersih perusahaan juga mengalami kenaikan. Hingga akhir tahun 2025, penjualan bersih perusahaan mencapai Rp 31,94 triliun, naik 4,34% yoy dari posisi tahun 2024 sebesar Rp 30,62 triliun.

Jelang Libur Imlek, IHSG Turun 0,31% ke 8.265, Ini Proyeksi Pergerakan Selanjutnya

Presiden Direktur UNVR, Benjie Yap, menyampaikan pada 2026 perusahaan tetap memprioritaskan pertumbuhan yang ditopang peningkatan kualitas dan volume penjualan, bahkan ditargetkan mampu melampaui tren pasar.

Ia menjelaskan, kinerja kuartal I-2026 berpotensi mengalami perlambatan sementara karena perayaan Idulfitri yang jatuh lebih awal sehingga sebagian belanja konsumen telah terjadi pada kuartal sebelumnya. Meski demikian, kondisi tersebut dinilai hanya bersifat musiman dan tidak mencerminkan pelemahan fundamental bisnis.

UNVR tetap optimistis terhadap arah perbaikan bisnis seiring implementasi berbagai pembenahan struktural yang telah dilakukan sepanjang 2025.

“Kami memulai 2026 dengan keyakinan pada fondasi yang telah kami bangun dan fokus yang jelas untuk memberikan dampak,” kata Benjie dalam paparan kinerja tahun 2025, Kamis (12/2/2026).

Sayangnya Benjie tak mengungkapkan secara rinci target fundamental perusahaan di tahun ini. Yang jelas, ia juga menerangkan prioritas perusahaan tahun ini ialah tetap disiplin, meningkatkan kinerja penjualan merek perusahaan, dan memperkuat strategi pada setiap kanal.

“Kami tidak memberikan proyeksi kinerja ke depan, tetapi kami yakin berada di jalan yang tepat untuk tumbuh,” ucapnya.

Tumbuh Moderat

Analis fundamental BRI Danareksa Sekuritas Abida Massi Armand memproyeksikan kinerja UNVR di tahun 2026 tetap positif dengan pertumbuhan moderat. Ini didukung pemulihan volume penjualan sepanjang 2025, efisiensi biaya yang membaik, momentum musiman Ramadan dan Lebaran, serta Indeks Keyakinan Konsumen Januari 2026 yang naik ke level 127 sehingga mendukung konsumsi sektor Fast Moving Consumer Goods (FMCG) domestik.

“Di tengah kompetisi yang ketat, UNVR tetap memiliki keunggulan dari kekuatan merek, jaringan distribusi luas, serta inovasi produk yang berkelanjutan, dengan tambahan katalis dari peningkatan konsumsi saat Ramadan dan Lebaran yang berpotensi mendorong kinerja kuartal I dan awal kuartal II-2026,” kata Abida kepada Kontan, Kamis (12/2/2026).

Namun, Abida melihat risiko utama kinerja UNVR berasal dari tekanan persaingan harga, volatilitas biaya bahan baku, serta potensi pergeseran preferensi konsumen, meskipun sentimen konsumsi secara umum masih terjaga seiring membaiknya keyakinan konsumen.

Rekomendasi Saham 

Abida merekomendasikan buy saham UNVR dengan target harga Rp 3.200, didukung pemulihan fundamental, stabilitas margin, prospek konsumsi domestik yang membaik, serta katalis musiman dari Ramadan dan Lebaran.

Sementara itu, Senior Technical Analyst Sucor Sekuritas Reyhan Pratama menilai tren utama saham UNVR masih berada dalam fase penurunan jika dilihat pada timeframe mingguan. 

Ia menjelaskan, rebound yang berlangsung sejak awal Maret 2025 hingga saat ini justru membentuk pola rising wedge, yang menjadi sinyal tren turun berpotensi kembali berlanjut, dengan proyeksi level penurunan di kisaran Rp 1.645, Rp 1.305, hingga Rp 985.

“Masih belum ada pijakan untuk entry saat ini. kita akan menunggu sampai harga bergerak sideways dan memasuki fase akumulasi untuk mencari pijakan untuk entry yang lebih aman,” ujar Reyhan kepada Kontan, Kamis (12/2/2026).

Ia pun merekomendasikan investor untuk tetap bersikap wait and see, mengingat saham UNVR telah mengalami kenaikan cukup tajam, yakni sekitar 43%, dari level terendah Rp 1.690 pada 29 Januari 2026 hingga mencapai puncak Rp 2.420 pada 10 Februari 2026.

IHSG Diprediksi Sideways Jelang Long Weekend, Cek Saham Pilihan Analis, Jumat (13/2)